Humor Cerpen ini terbatas untuk anggota Group Jayustisia
Perkenalkan namaku Heri Copter. Teman - teman ku biasanya memanggilku Copter. Ketika kutanyakan pada orang tua ku kenapa aku dinamai begini, mereka hanya menjawab singkat " You know lah ", begitu kata mereka.
Bisa jadi karena hanya itu bahasa inggris yang orangtuaku kuasai.
Ada juga sih kata- kata bahasa inggris lainnya yang sayup-sayup terdengar dari kamar tidur mereka berdua di malam hari.
"After drink, botolnya harus comeback loh ya" Hm.... mungkin maksudnya `habis minum, botolnya harus dikembalikan`. Kira-kira gitu ya ? What an English... Betjek lah yaw..
Ah sudahlah, tak akan ada habisnya kalau kita membahas sejarah namaku.
Yang terpenting sekarang adalah berapa banyak orang yang bernama sama dengan saya di dunia?
Saya baru lulus kuliah. Jurusan pariwisata. Saya bercita - cita mempunya travel agen sendiri. Biar kalo jalan - jalan bisa gratis.
Tetapi rencana itu gagal karena kejadian bodoh pada hari itu.
Memang, bodoh bukan dosa. Tapi aib ! Dan itu sama sekali tidak melegakan saya. Seluruh klan keluarga saya kini menganggap saya pembawa aib nasional. Sudah jelek, bodoh, bawa aib lagi! Duh Gusti....
Benar - benar memalukan. Walaupun keluarga Pejabat itu sudah memaafkan saya, tapi sampe sekarang pun saya masih malu sekali kalau mengingatnya.
Jadi gini ceritanya...
Beberapa bulan yang lalu, saya nekat membuka travel agen dengan modal mobil butut saya. Atas nama pengiritan, maka saya bertugas sebagai direktur, sekertaris, marketing dan supir.
Rencana bisnis tak berjalan semulus yang saya kira. Banyak customer ngemplang dan kabur. Sebagian pemegang saham menarik diri. Kemudian ...
..ada pula tuntutan pelecehan seksual yang diajukan oleh si sekretaris, katanya si direktur genit. Tapi anehnya kata polisi disarankan sebaiknya saya berdua cari psikiater saja, mumet lah pokoknya.. tapi itu belum seberapa dibandingkan kasus ini..
Ya sebuah kasus skandal. Pengadilan setempat akhirnya menyatakan usaha saya bangkrut alias pailit, dikarenakan saya sebagai pemilik tunggalnya menderita gangguan kewarasan, alias sarap. Ini demi untuk mencegah timbulnya korban keuangan lebih jauh.
Tapi, saya sebenernya tidak paham mengapa saya dianggap tidak waras. Wong saya telanjang bulat waktu nyetir tuh gara-gara udara panas banget. Wajar tokh?
Mungkin kesalahan saya saat itu cuman satu, yaitu tidak bisa lari dari kesialan. Saat lewat pasar, tak sadar lagi ada operasi trantib. Walhasail, ...
... saya disangka pervert yang doyan menguntit wanita2 yang jalan sendirian di malam purnama bulan Desember. Padahal aku tidak pervert walau suka menguntit wanita2 yang jalan sendirian di malam bulan purnama bulan Oktober.
Media massa gosip sempat menjulukiku "Hentai Copter". Parah sekali. Padahal aku tak seburuk itu.
Ah.. sudahlah, toh hanya media massa gosip. Tidak pernah sekalipun aku ambil pusing.
Tapi itu belum ada apa-apanya dibanding skandal saya yang satu ini:
Saya memang punya skandal jepit satu, yang satunya lagi diambil sama Jenifer Lopes utk operasi plastik bokongnya yang kurang sedikit, waktu operasi, dokter kekurangan bahan, nanggung jadi ngambil skandal jepit.
Nah, skandal jepit itu ternyata dibuat dari kulit ular yang dilindungi WWF. Sontak aku dimarahi oleh greenpeace sejagad raya dan dikejar-kejar interpol. Padahal itu kan salah yang bikin skandal, bukan salah saya.
Akhirnya, datanglah job order laknat tersebut. Sebuah orderan terkutuk untuk mengurusi picnic keluarga seleb tersohor dinegeri ini.
Seleb yang terlalu dipuja-puja berlebihan hanya karena dia udah tua. Moso tiap bulan keluar album the bestnya? Absurd sekali!!!
Seleb yang hartanya ga abis-abis 2 turunan dan 3 tanjakan, yang punya kebiasaan tiap akhir bulan ngasih keripik singkong ke seluruh warga kota.
seleb yang aneh bukan?
Nah. Tiba-tiba seleb absurd itu ingin piknik. Dan, melihat namaku sering muncul di koran-koran kriminal kelas teri, dia langsung menghubungiku untuk jadi EO-nya. Lumayanlah, mungkin aku bisa beli AC sesudah ini, biar ga usah tetelanjangan lagi.
Kriing...kriing.... "Helloow, apakah shaya bicawa jhengan Hewi Chopceh?"...sang penelepon buka bicara dengan aksen antah berantahnya.
Lama saya berpikir. Berusahan mencerna apa kira-kira yang dimaksud penelopon diseberang. Maklum, masa kecil kurang gizi, jadi otak ini cenderung rada-rada idiot dan telmi. Butuh waktu satu menit bagi saya untuk merespon dengan baik dan benar.
Saya sampey ngacay sambil melamun. Maklum, down syndrome.
"Haloooo yang diujung sana... lagi gak butuh duit yaa ??????" Penelepon diujung sana mulai dongkol. Kali ini logat antah berantahnya hilang, berganti logat medok Jawa Timuran. "...ndok remma' cong !..".
Tambah lama saya mencerna kata-kata itu, tapi dengan sigap saya raih kamus besar bahasa tubuh yang tergeletak di bawah lemari pakaian, buat ganjal.
"Tiiit..tiiit....tiiiit.." telepon di tutup oleh penelepon di ujung. Aku berkeringat dingin. Order besar pertama, dan aku tak cukup reliable meresponnya... G-A-W-A-T... Seorang customer kecewa..
Aku harus melakukan sesuatu...itu yang ada di benakku sekarang. Secara reflex jari-jemariku langsung memencet tuts-tuts telepon genggam ku....tut tat it tut tat tit......"Halo, tolong sambungin ke....
"Heri...!!! Jangan tinggalkan aku!!" Suara tanpa wujud itu berseru di depan cermin. " Mirror, mirror on the wall, siapakah yang paling cantik of them all? Dan bolehkah saya makan es krim Walls?" Tampak gambar Dian Nitami sedang berjoget dengan Tukul.
tak kuasa saya melihat bayangan itu.
akhirnya bayangan itu pergi, ternyata itu bayangan pendekar tanpa bayangan yang tercecer di gelapnya malam.
"Hah!" Aku tersentak bangun. Ternyata aku tertidur. Dan ruang terapi jiwa.
" mas - mas ruang tunggunya di luar ini ruang terapi ", kata suster setengah gemuk mengusirku.
"Ah, suster jangan bercanda. Ini kan ruang tunggu? Iya, kan?".
Suster remuk itu tertawa. "Anda barusan di observasi sama Dokter Hannibal Lecter. Thx God, anda waras. Cuman sedikit schizofrenia, separuh megalomania, setitik sado-masosism, serta bakat post-power-syndrome akut. Jangan khawatir...".
"berarti aku ndak waras donk ?".
"jangankan kamu, aku sendiri ndak tahu koq, aku ini waras apa ndak" sahut sang suster gemuk sambil tertawa centil. "waras itu apa ?".
Aku ngloyor pergi ninggalin suster remuk itu. Saat aku lihat hape-ku.Ada sbuah sms, dan ternyata...The Order of Piknik!
Heri Copter memelintir kumisnya yang jarang... dan dicabutnya sehelai. "Waduh!!!" ternyata sakit juga ya nyabut kumis. "Nanti kubuat mantera baru ah..".
Menurut Dokter Hannibal Lecter waras itu adalah org yg bisa mengerti bikin serpen rame-rame, mengerti kemauan teman sesama, mengerti kemauan RT/RW setempat, mengerti kemauan blogger, pokoknya serba ngerti deh..
Kl dilia-liat dari kriteria kewarasan yang diberikan Dokter tersebut, kupikir aku termasuk golongan orang yang waras. Tapi ada satu hal yang selalu menghantui pikiranku: bisa saja Dokter tersebut adalah dokter yang tidak waras, tetapi mengaku waras.
"JAngan-jangan dokternya juga nggak waras," pikir Heri Copter dengan perasaan gundah gulana.
"tapi apa iya dokternya mirip bon jopi gitu gak waras, kalo mirip tukul sih iya stereotip gak waras," sanggah Heri Copter.
Namun dengan seperampat sadar Heri Copter bergumam dalam hati, " Iya kali ya, aku juga peranakan bule, buktinya namaku dari barat sono..bisa jadi bon jopi juga seperti saya.".
Tanpa sadar Heri Copter sudah mengelilingi kawasan itu ketiga kalinya. Ia seperti tersihir mendengar bunyi musik yang misterius itu.
Dan dia semakin sadar akan ketidak warasannya, mungkin makin banyak dia mengelilingi akan semakin sadar akan ketidaksadarannya.
Tiba-tiba Heri Copter tersentak kaget. Di depannya kini tergeletak sebuah sapu lidi. Sebenarnya tidak berwujud sapu sih. Tapi karena Heri sudah biasa melihat sesuatu yang amatlah aneh dan kurang nyata seperti dirinya, ia langsung bisa menebaknya.
Benda yang dikira sapu lidi tersebut mempunyai gagang yang bentuknya tak lazim.
disebut tak lazim karena ujungnya lancit seperti piramida, dengan ukiran motif jepara yang terlihat belum diplitur.
"Hmmm... aku harus berhati-hati, sepertinya sapu ini mengandung kutukan," gumam Heri Copter dalam hati, "ukiran jepara itu sepertinya pernah kulihat di Kamus 1001 Kutukan Pembawa Celaka karangan Ki Jokus Goblogius.".
Dulu aku pernah diajar oleh Ki Jokus Goblogius dan aku pernah dihukum untuk menulis ulang bukunya sebanyak 10 kali. Dari kejadian itulah sampai sekarang aku masih ingat seluruh isi buku tersebut.
Aku juga jadi tahu bentuk2 manusia dan benda2 lain yang masuk dalam kategori terkutuk.
Sampai akhir nya ku pegang sapu itu, ternyata digagangnya tertulis DEBUS 5000. Heri pun bergumam "apa ini sapu kiriman prof. Kebus Darderdor ya?" ..
Maka kucoba saja untuk menaikinya. Siapa tahu bisa terbang seperti di film Harry Potter? Perlahan-lahan aku naiki sapu itu. Lima menit berlalu & tak ada sedikitpun efek gerak. Sampai kurasakan sapu itu bergerak naik turun seperti kuda ronggeng.
"Sial dangkalan" Gumam ku,,Ternyata Prof. Kebus memerikan sapu ini untuk Jaipongan bareng mba Alia sabtu malam. Ku Perhatikan kembali orderan piknik yang masuk lewat hp ku..
"Pik Sab bes di Ler Gun Bro, und 100 ora, 30 hew, 15 tum. Baw mak mur, ber, seh, ber.", sejenak aku mengenyerengitkan dahi membaca SMS tersebut.
Owh,,Aku tau.(",). Ini adalah bahasa sandi dari Iprit Sang penjaga sekolah "So Smart" . Dia pasti ingin mengundang para alfamart (alumnus Fasar kramat) untuk piknik kgunung bromo..
Haus akan kepastian, secepatnya aku berlari ke tempat teman baikku yang terkenal akan kecerdasannya, Hermina. Dengan cepat aku menerjang gelapnya malam dan rimbunnya rerumputan ke kediaman Hermina.
"Hermina!!" Panggilku di depan rumahnya. Tiba-tiba entah dari mana datangnya muncul suara sahutan, "Password?!".
Herminong nengnong anak kingkong doyan makan singkong punya engkong namanya otong yang gedenya kaya lontong dipotong dan kecantol terong..
PASSWORD WRONG !!
oh ya,,aku lupa.."Herminong nengnong anak kingkong doyan makan singkong punya engkong namanya otong yang gedenya kaya lontong dipotong dan kecantol terong digigit pocong"..
PASSWORD ACCEPTED !!
Akhirnya aku berhasil masuk ke rumah si jenius Hermina, sebagai seorang PSK (Pekerja Seni Komersial) rumah dan kepribadian Hermina memang tergolong unik. "Eh,,Ada Heri Copter" sapa hermina ramah.
Aku dipersilakan masuk oleh Hermina. Di dalam rumahnya aku terheran-heran dengan kecanggihan perabot rumah tangga yang ditata sangat detail dan artistik. Sejurus kemudian datang seorang robot yang menawari suguhan minuman dan makanan kecil.
Anda tidak bisa ikut nulis kalau ndak login.
andi: heri copter kok makannya singkong ya?
ipey: he? ini tamat?
Alia: lucu....
Rif_NIy: ikutan ya???