Cerpenista - Ayo Ngarang Gotong Royong!

Register Cerpen Group Top Kontes Forum Login

Keperawananku Terenggut oleh Sepeda Federal

Kisah Sejati   Cerpen ini terbatas untuk anggota Group Jayustisia

Warnanya merah, warna favoritku. Waktu itu ayahku membelikannya sebagai hadiah karena aku bisa masuk ranking 5 besar. Ketika itu umurku masih 8 tahun, bisa dibilang aku tumbuh besar bersamanya.

Kunamai dia 'Bang Fedy', karena warnanya yang merah abang dan mereknya yang federal. Aku suka sekali naik Bang Fedy, karena dia membuatku merasa spesial.

Genjotannya ringan, lajunya kumayan. Aku betah menunggangi Bang Fedy sepanjang hari.

"Asti, jangan jauh jauh.." seru ibuku yang selalu mengingatkan.

"Ya buuuu, aku hanya bermain di sini-sini saja koook", jawabku dengan kenesnya.

Sambil bersiul-siul, kukendarai Bang Fedy. Aku sangat bangga dengan si merah itu. Sambil bersepeda, seringkali kusibakkan rambutku bak fotomodel.

Jika menunggangi Bang Fedy, aku senang melewati jalan yang banyak polisi tidurnya.

Supaya kalau pas lewat polisi tidur itu, dadaku bisa ikut bergetar. Ah, syahdunya...

Walau getar dada yang terbungkus miniset itu masih malu-malu.

Seiring dengan tumbuh dewasanya aku, aku masih saja suka mengayuh bang fedy kemanapun aku pergi.

Tetapi waktu memang membunuh. Jok Bang Fedy yang semula lunak dan halus, kini menjadi keras dan padat. Akan tetapi, entah kenapa, aku tetap menikmatinya.

Kejadian itu terjadi ketika aku beranjak dewasa, kelas 2 SMP. Dua minggu setelah aku mendapatkan datang bulan pertamaku.

Seperti biasa kugenjot Bang Fedy ke sekolah. Tetapi aku merasakan sesuatu yang berbeda.

Seperti ada sesuatu mengalir dalam diriku.

Pagi itu, sinar mentari sudah bersinar terik, membuat peluhku bercucuran.

Teman temanku banyak yang sudah mengendarai sepeda motor. Mereka suka mengejekku, kata mereka aku masih seperti anak kecil yang suka bermain dengan sepedanya.

Tetapi Bang Fedy memberikan kepuasan lain yang tidak aku dapat dari sepeda motor.

Dan aku tidak ingin seperti mereka yang bagaikan blogger yang berpindak ke wordpress dan melupakan jasa jasa blogspot.

Sesekali kumainkan posisiku di jok sepeda, karena sedap rasanya.

Apalagi jika pantatku sedang terasa gatal. lebih nikmat Menggesekkannya ke jok sepeda yang keras dan kasar, daripada menggaruknya dengan kuku.

Jok Bang Fedy yang kian hari semakin padat, membuatku ketagihan.

Terik panas matahari, dan guyuran hujan membuat jok sepedaku semakin padat dan keras. Dan aku menyukainya.

"Ughhh!", sesekali aku melenguh tiap kali kugesekkan pantatku ke jok Bang Fedy.

Satu gesekan terasa kurang. Kugesekkan sekali lagi tapi lebih menekan.

Ah, lebih nikmat ternyata.

Sore itu aku berencana untuk pergi ke sekolah melihat extra kulikuler basket yang diikuti oleh teman sekolahku yang aku taksir 3 bulan terakhir. Ibuku melarangku pergi "Asti, tinggalah di rumah, bantu ibu mebuat pesanan kue combro ini..." pintanya.

"Apa, bikin kue? Apa nggak ada yang lebih keren dari bikin kue, bu?" jawab Asti.

"Aku ingin ke sekolah" pekikku,.. "Ibu tidak mengerti.. aku ingin melihat extrakulikuler basket Bu!!", lanjutku lagi..

Aku langsung saja mengayuh sepedaku itu, tanpa menunggu persetujuan dari ibu. Saat itu aku hanya mengenakan kaus oblong dan rok pendek.

Aku putuskan memakai rok pendek karena aku ingin terlihat cantik di depan Hengky, cowok basket yang aku taksir 3 bulan terakhir ini.

Hengky Sasongky nama lengkapnya.

Beberapa kali kulihat anak2 kampung melirik ke arahku, ke arah pahaku yang terlihat ketika aku mengayuh bang fedy. Aku hanya bisa senyum2 malu.

"Suit...suit! Cantik, kesini dong Abang antar pake Ninja. Biar lebih cepet daripada naik bang fedy," goda cowok yang duduk di depan warung Mpok Ijah kepadaku.

Aku memakai sandal ber hak tinggi, memang ini terlihat bodoh mengayuh sepeda dengan sandal hak tinggi. Tetapi demi penampilan, aku rela.. dan aku yakin sepedaku Bang Fedy yang setia akan selalu menjagaku.

Gara2 mengenakan sandal berhak tinggi ini, aku tidak nyaman dalam mengayuh sepeda. Posisi dudukku di jok beberapa kali bergeser. Gesekkan ini lebih daripada biasanya, karena tak hanya di sekitar pantat, namun lebih ke bagian depan.

Untuk yang kedua kali cowok yang duduk di depan warung Mpok Ijah itu menggodaku, dan itu menggugah amarahku. Aku menoleh kearahnya, tiba tiba .. di depanku...

Ada jemuran G-String.

Bermacam-macam G-String segala warna sedang dijemur.

Karena 50% terkejut dan 50% kaget, aku tabrak saja jemuran itu.

Aku mencoba mengelak, .. namun terlambat, sandalku terlempar 100 meter. dan jok yang keras itu......

...menyentuh titik-titik yang belum pernah disentuh sebelumnya,

dan tubuhku terlontar bersama jong yang keras itu sehingga aku njlungup bermahkotakan G-String.

Sakiiittt.. rasanya..

Kakiku terkilir, Aku tidak bisa berdiri. Lebih kaget lagi, saat aku memperhatikan jok sepeda Bang Fedy...

ternyata jok tersebut...

...bersembunyi dalam badanku.

...dibalik rok pendekku.

Rok pendek yang aku kenakan tersingkap, dan aku bisa melihat Jok Bang Fedy....

menancap...

di sela sela...

tempat aku buang air kecil.

Akupun meringis kesakitan.

Sedikit bercak merah darah mengotori celana dalam dan rok pendekku.

Oh tidak! Ternyata keperawananku direnggut oleh bang Fedy!

Segerompolan orang orang datang untuk menolongku. Aku lemas terkulai.

dalam hati kecilku, ada sebersit rasa penyesalan . .

Seorang laki laki datang medekati, "Hahh kasihan anak ini,..." lalu dia mencoba menarik Jok yang masih menancap itu.

Terasa ngilu-ngilu di bagian tubuh yang tertancap jok bang Fedy.

Aku menangis.. masa depanku telah hancur.. rintihku.

Andai saja kudengarkan nasehat ibuku...

Andai aku tak menuruti hawa nafsuku . ..

Lelaki itu mendengar rintihanku, dan dia meremas tangnku seraya berkata ".. jangan sedih dik.. tiada orang yang sempurna...".

"Kamu pasti akan menemukan pria yang mau menerima mu apa adanya", lanjutnya.


Anda tidak bisa ikut nulis kalau ndak login.