Humor
Lama-lama Rudyana dongkol juga mengantri 2 jam untuk konsultasi dengan dr. Budiman, dokter umum paling terkenal di RSUD Jlompongan.
Tak hanya rudyana, supirnya, mang mimin, pun ikutan dongkol.
Apalagi siang ini ada jadwal ujian Statistik, pukul 2 siang tepatnya. Dan sampai saat ini dia belum sempat mempelajari satu babpun.
Boro-boro mau belajar, itu saja jika tidak diingatkan mang mimin, dia ga bakalan ingat ada ujian. Memang anak muda jaman skarang!
Entah sudah berapa kilogram upil yang terkumpul selama Rudyana menunggu antrian ini.
Dan akhirnya tibalah nama Rudyana disebut oleh seorang suster cantik bin sekseh.
Tapi sayang, Rudyana sedang mendengarkan lagu-lagu dari Ipod yang baru dibelinya kemarin. Suara suster itu pun tak terdengar sama sekali.
Suster itu cemberut, mulutnya manyun dan tangannya terkepal.
"hemm.. awas ya!!!", gumam suster tadi.
Suster itu kemudian memasukkan tangannya ke dalam saku. Ditariknya keluar sebuah pinzet.
Pinzet itu disodorkannya ke hidung Rudyana. Rudyana, yang sedang memejamkan mata menikmati suguhan lagu-lagu Ipod, tak melihat aksi usil sang Suster.
"Nih...rasakan!" Dengan gemasnya sang Suster mencabut bulu hidung Rudyana.
"Waduouw!" Teriak Rudyana kesakitan. Ia meringis, memamerkan gigi emasnya.
"Kamu ikut saya!" suster itu segera berbalik dan melangkah dengan cepat menuju ruangan yang tadi ditinggalkannya. Rudyana yang sempat membaca nama di baju suster tadi berteriak..
"tolong ada suster ngesot" teriak Rudyana asal ceplos saking terkejutnya.
Memang, nama lengkap suster yang tertera di baju itu adalah "Tiki Ngesotiwati.".
Dengan tergesa-gesa Rudyana mengejar suster Tiki yang sudah menghilang dari pandangannya.
Saat memasuki ruang suster, Rudyana kaget bukan kepalang.
Suster Tiki sudah menyiapkan segala alat siksa di dalam ruangan itu. Si Suster bernama Tiki itu pun tertawa mengerikan, "xixixixixixi...".
Dan yang lebih mengejutkan lagi, Mang Mimin, supirnya, sudah ada di ruangan itu.
Mang Mimin tampil mengenakan jas dokter lengkap dengan stetoskop.
"Mas bangun! Giliran sampeyan sekarang masuk. Tuh sudah ditunggu dokter Budiman". Sebuah suara merdu membangunkannya dari lelap sesaat.
"Uppss...Maaf" Rudyana mengejap-ngejap matanya. Sekarang terlihat jelas wajah suster yang tadi terlintas dalam mimpinya. Tapi nama suster itu bukan Tiki.
Nama Fini tertulis di baju suster itu. Rudyana pun lalu mengikuti Suster Fini dan berjalan masuk ke ruang Dokter Budiman. Begitu melihat Rudyana, Dokter Budiman pun langsung tertawa kencang.
"Hahahhaha....Anda Rudyana kan ?" Dokter Budiman masih saja terpingkal-pingkal sambil memegangi perutnya yang buncit.
Rudyana hanya bisa bengong, dan suster yang mengaku bernama Fini itu semakin mendekatinya.
"Suster...tolong dipersiapkan pasien kita yang satu ini. Saya ke toilet sebentar" kata Dokter Budiman. Rudyana masih sempat melihat dokter buncit itu memberikan isyarat mata ke suster Fini.
Di toilet Dokter Rudyana kembali cekakakan. Tentu saja Rudyana kebingungan. "Apa ada bekas caviar menempel di gigi emasku ya?" pikirnya.
Sementara itu, suster Fini mulai mengeluarkan perkakas medis dari almari. Diambilnya martil, gergaji dan kabel tembaga.
Rudyana sedikit bergidik, teringat mimpi seramnya barusan. Dirasakannya celananya sedikit basah.
"OMG!" teriak Rudyana. "Ini rumahsakit atau bengkel sih?
Dokter Budiman pun keluar dari toilet. Ia membawa gulungan toilet paper sebanyak 10 buah. Ia masih terus tertawa cekakakan.
"Dasar doket sontoloyo.." teriak bathin Rudyana. Dilihatnya dr Budiman kemudian mengambil martil di meja.
Hmmm, Rudyana segera berlari mengejar matahari, menghindari serbuan dokter gila bermartil yang siap menagih utangnya. Kini dia tiba di kamar mayat.
ternyata suster Fini sudah menunggu di sana dan kini bersama teman yang lain, suster Dyta.
Kedua suster beroleskan saus tomat di sekujur tubuhnya. Mereka masing-masing membawa pecut dan tongkat panjang.
Tidak, bukan tomat. Tapi lebih tepatnya, darah ... ya, baunya amis, menyengat berbaur dengan bau obat pengawet mayat, dengan lalat disekujur tubuh mulus para suster ... ah .. Rudyana terpana tak mampu bergerak lagi, tanpa bisa memalingkan wajah ...
"Rudyana, you've been a very very bad boy," ujar salah satu suster yang memegang pecut.
"Gue maksud loh? oemji!" rudyana seoalh tak percaya.
"Ya iyalah. Situ yang bandel, masa eke," suster Fini menggoyang-goyangkan pecutnya mendekati Rudyana.
"Ya iyalah, masa iya donk? secara gtu loch... Mulan Jamelah, bukan Mulan Jamedonk!" sambung suster Dyta.
Lalu suster Fini mulai mendekati Rudyana dengan perlahan tapi pasti.
Rudyana pun gugup, didekati dua suster bermandikan darah. Di belakangnya, terdengar suara Dokter Budiman yang mendekatinya sambil tertawa cekakakan.
"Kali ini kita mendapat mangsa segar...", Dokter Budiman berucap lirih, matanya nanar menatap ke arah Rudy sembari tangan kirinya masuk ke dalam jas dokter putihnya ... dan tangan kanannya mencoba meraih kepalanya Rudyana ...
Tiba-tiba Rudyana teringat akan pelajaran yang ia dapat ketika dulu dia berlatih kungfu di shaolin. Secara reflex, Rudyana menarik tangan Dokter Budiman.
Dokter Budiman terjatuh ke lantai hingga membuat para suster sinting itu menjerit ketakutan.
"KIYAAA..." Rudyana membanting kembali Dokter Budiman, mengangkatnya dari lantai, memutar-mutarkannya, dan melemparkannya ke kedua suster itu.
TAK DINYANA!! para suster bisa mengelak!! Dokter Budiman jadinya terlempar keluar jedela.
"Kau...! Kau membunuh nabi kami!" ujar salah satu perawat yang paling cantik. Detik itu juga Rudyana yakin kalau perawat-perawat itu memang sinting.
Saat terdesak, tiba-tiba Rudyana teringat wajah suster Fini yang telah dirasa akrab. "Hey... kamu ayam kampus sekolah perawat yang dulu saya ajak nginap di kawah merapi kan?".
Dahi suster Fini nampak mengerut, mencoba mengingat, pecut pun dikaitkannya ke pundak sambil tangan kirinya mengelus jakunnya yang memyembul dikit, "Ah ... Kamu... kamu ...lekong yg waktu itu kan..".
Rudyana menjawab, "Bukan. Saya yang waktu ini.".
"BOHOOONG!. kamu yang waktu itu!".
"Buktikan kalo saya lekong yang kalian maksud!" tukas Rudyana.
Suster Dyta kebingungan melihat tingkah Fini dan Rudyana.
"Lagipula, 'lekong' itu apaaaa? Saya ora mudeng!!" lanjut Rudyana kalap.
"Lekong itu untuk pria, kalau untuk wanita namanya Pekong," balas Suster Dyta asal sambil memainkan pecutnya.
lalu tiba2 masuk Paijo, tukang nasgor warung depan. "Tadi yang pesen nasgor pake pedes ndak ya? lali aku..".
"Pake mas, tapi jangan pake nasi, " jawab suster Dyta dengan garang.
Rudyana jeli melihat kesempatan, dan segera mengeluarkan timun dari kantongnya..
dan langsung disamber sama Paijo... "Makasih ya mas, Timun ku habis".
lalu suster Fini yang melihat semua itu naik pitam.. "ini mau siksa-siksaan apa makan nasi goreng monyuoooongg?!!".
Suster Dyta menatap tajam-tajam mata suster Fini, "kenapa? Kamu keberatan?".
"helllooo.......plis deh.".
Rudyana pun kabur, sementara Paijo berteriak di belakangnya, "Mas, kalo nemu timun lagi, SMS ke saya ya!!".
"OKE MAS!" jawab Paijo...."tapi SMS itu apa ya?" renungnya..
"Sudah, diam kamu, tukang nasi goreng!" Dyta pun naik pitam. Dyta pun meloncat langsung menggigit leher Paijo. Darah pun bermuncratan bak strawberry dibelah 18.
Paijo berteriak nyaring dan refleks menggerakkan sikutnya hingga terlepas dari gigitan Dyta lalu balas menggigit ... Dyta pun ganti berteriak lalu menendang Paijo dengan keras hingga timun Paijo tadi lepas dari genggamannya dan ...
terpental jauh, memantul 3 kali di lantai sebelum melayang keluar jendela.
"Tidak ... ", teriak Paijo! Sakit karena digigit barusan tidak lebih sakit daripada kehilangan timunnya. Dengan marah Paijo berteriak sambil menyerang suster Dyta ... "Ganti timunku .. ", teriaknya marah sambil menendang asal kearah bawah suster Dyta.
suster Dyta meringis kesakitan karena tulang keringnya terkena tendangan membabi buta.
"Wah meleset!" ujar Paijo. Kembali ia mencoba menendang suster Dyta.
Tapi suster Dyta lebih siap dan kemudian memegang kaki Paijo lalu dengan cepat menariknya dan memeluk Paijo lalu kembali membenamkan gigitannya di leher Paijo ... darah kembali muncrat bak strawberi dibelah 20.
Paijo sekarat krecep-krecep kehabisan darah, setelah mengucap asma penciptanya lalu Paijo berteriak lemah, "Ketik AMAL spasi PAIJO, kirim ke 24434. Makin banyak kamu kirim, makin ringan siksa kuburku...".
Seluruh rumah sakit panik. Langsung SMS. Tak tega jika tukang nasi goreng yang inosen itu disiksa seperti di komik "Neraka" yang ngetop di tahun 70an akhir. Bahkan ada yang rela beli pulsa dan menghabiskan seluruhnya langsung saat itu juga.
Sementara itu, Suster FIni mengejar Rudyana ke luar rumah sakit. Suster Fini berpapasan dengan Dokter Budiman yang (masih saja) ketawa cekikikan nggak berhenti. "Pak Dokter, Pak Dokter, yuk, yuk, kita kejar Rudyanto." ajak Suster Fini genit.
"baiklah..." kata dokter Budiman sambil melanjutkan makan timun yang tadi terlempar ke jendela dan tak sengaja masuk ke mulut dokter Budiman yang ternyata itu timun adalah timun wasiat yang bisa menghidupkan orang mati kembali.
Oh mengerikan sekali, bukan? Orang mati yang hidup kembali. Pasti dia sangat jahat. Ditolak di akherat!!!!
Sekonyong-konyong, sepasang orang usia senja masuk ke ruangan... "Spada..permisi..punten..apa ada yang melihat anak kam....HHHH!!!!! OH MY GAWD, MY CHILD!!" kata si ibu histeris ketika melihat timun yang tinggal setengah di tangan si dokter.
"Cimun mas.. Cimun mas!", ibu tadi meratapi timun jelmaan anaknya yang dikutuk jadi timun selewat ashar sampai maghrib. "Akyu syuda kasi cau jangan hang out selewat ashar kan Cimuun..." ratap ibu tadi lagi yang rupanya Chinca Rawra yang sudah sepuh.
Mendadak byar! Blitz menyambar ruangan. Fotografer tak diundang telah menyusup. Ada dog tag di lehernya: Kardjono the Great, Surabaya.o.
Sementara semua kericuhan itu terjadi, Rudyana sudah berlari cukup jauh dari Rumah "Sakit" itu. "Jam 13.45..masih sempat ujian statistik kalo aku naik bemo.." bathin Rudyana.
Tapi hari itu nampaknya hari libur Nasional bemo se-indonesia. Tak seekor bemo pun nampak bempernya. "Diamput!!" kesah Rudyana.
"Jangan Lari Kau pengecuT!!", Suster Fini berteriak dari agak kejauhan.
Suster Fini membetulkan behanya yang agak kedodoran, maklum, susunya yang sudah kadaluarsa itu masih butuh sentuhan laki-laki. Tapi sayangnya belum ada investor yang berani menanamkan sahamnya di tubuh Suster Fini. Dari kejauhan dilihatnya sebuah.
Sepeda roda tiga.
Tanpa pikir panjang langsung disambarnya sepeda tersebut.
Di tempat lain, dosen pengawas ujian statistik sudah memasuki ruangan.. dari balik kumisnya ia memandang sinis ke para peserta ujian. Lembar-lembar ujian sudah dikeluarkan dari kantong coklat yang tersegel..apakah Rudyana akan tiba pada waktunya?!
Rudyana mengayuh sepeda roda tiga it secepat mungkin. Angin kencang menderu menimpa mukanya. Di belakangnya, Suster Fini dan Dokter Budiman yang mengejar, semakin tertinggal.
Hampir Rudyana seanng, rupanya para suster sinting itu tidak kehabisan akal. Mereka merebut skateboard milik orang, dan mengejar Rudyana dengan skateboard.
Dokter Budiman pun secara sigap penuh konsentrasi langsung melompat di gendongan sang suster.
Di gendongan suster, dr. Budiman melakukan gerakan mirip satria baja hitam mau berubah bentuk. "HUP!" tangannya bergerak membusur dari kiri ke kanan "BERUBAH!" ..sinar menyilaukan. Ternyata Dokter dan Suster bergabung jadi monster bacang!
Ternyata Dokter dan Suster itu adalah jelmaan dari malaikat yang kebanyakan sinau/ belajar dan ngerjakan PR..!!! Tanpa basa basi, keduanya mengeluarkan jurus Reisin-gan dari Naruto dan Sasuke, serta Kantong Ajaib Doraemon. "Makan nih bacang!!".
ternyata bacang yang diberikan adalah kacang ajaib sisa dari perjuangan sonGoku jaman dragonbal. dan akhirnya kekuatannya pun memuncak seiiring kenikmatan yang dirasakannya.
Bacang monster yang monster bacang itu mulai mengangkasa... uwir..uwir..uwir.. dia berputar-putar, pelan-pelan, makin dan makin cepat.. "AKU TAHU SEUMUR HIDUP KAU TELAH MEREMEHKAN BACANG, CAH GEMBLUNG!" kata si monster... seluruh kota terkesima..
Akhirnya Rudyana pun kehilangan kesabarannya......."Maafkan aku guru....aku langgar sumpahku,akhirnya ilmu ini kupergunakan juga" ujarnya dalam hati sambil berkosentrasi merapal ajian2....
Kilat-kilatan petir mulai bermunculan di sekitar tubuh Rudyana. Rupanya kekesalannya sudah memuncak! Bagaimana tidak, sudah mengantri 2 jam, batal konsultasi, buntutnya harus perang melawan monster bacang pula!
plus dia hampir telat ujian statistik!! dan kata "hampir telat" disini berarti 3 menit lagi ujian akan mulai. "Akan kukalahkan kau sebelum ujianku mulai!!" katanya. Percayakah anda apa yang dikatakan Rudy??
Kembali Rudi merapal mantra ajaib untuk melambatkan waktu, hasil membaca pikiran monster bacang...
Tapi makin lama dia membaca pikiran monster bacang, makin lapar dia.. sayup-sayup ia seperti mencium aroma daging masak kecap yang ada di dalam bacang tersebut.. harumm...
Tapi akal sehatnya langsung menempeleng Rudy supaya kembali fokus ke peperangan. Ya ampun! Tinggal satu setengah menit!! Langsung saja..
..Rudy lari ke arah kampusnya. Bagaimana ini? Apakah jagoan kita kabur dari pertempuran? Apa kau tidak malu Rudy? Masak tokoh utama lari melulu?! Kampusnya makin dekat.. dia masuk ke dalam ruang ujian, dan disemburnya si dosen pake rapalan yang tadi.
tapi ternyata yg tersembur adalah ludah yg tertahan karena terlalu ngebut merapal mantra-mantra.. Sang dosen basah kuyup dibuatnya.
"Semprul. Dasar sontoloyo!" dosen itu misuh-misuh memaki Rudy.
"apa-apaan kamu Rudy......kamu tidak boleh ikut ujian hari ini...kamu diskors!! bentak sang dosen menahan geram....
"skors??? skors apa pak?? Pan EPL belum maen di tipi." tanya Dewi yang dari tadi mengamati gegeran.
geram dosen tersebut hanya sesaat, sesaat kemudian kelas tersebut ambrol kena monster bacang, rudy kembali melempar rapalan, mengenai temannya yang lalu jadi raksasa.. ternyata ia menjadi..
Super BACANG!!!!!!
Seluruh isi kelas berhamburan keluar dengan paniknya...dan tiba2 sebuah pemandangan tak terduga hadir di depan mata Rudy...
..Paijo? si tukang nasi goreng? kenapa dia ada disini?!
dan dengan senyum sinis, Paijo mundur kebelakang dua langkah dan maju selangkah.
"...ini tadi Pa Dosen mesen nasi goreng bawang...." kata Paijo salah tingkah.
"Paijo awas diblakangmu" teriak Rudy sambil melompat menghindar...
hup! paijo menghindar.. "selain itu... Sebenarnya klan Nasi Goreng dan klan Bacang adalah dua faksi yang bertempur demi keseimbangan alam semesta," jelas paijo dengan suara berwibawa milik Morgan Freeman.
dan setelah itu Paijo menghilang.....
"ZLAP!!! ".
Namun sebuah keanehan kembali terjadi....
dan sosoknya digantikan sebuah benda berkilauan tergeletak diatas puing-puing.. "Gunakan ini untuk mengalahkan kebathilan itu anakku.." suara Morgan Freeman kembali bergema sayup-sayup.
perlahan Rudy mendekat....
sedikit keraguan diwajahnya...
Rudy pun menyodorkan tangannya mencoba meraih benda berkilauan itu, tapi....
" ARGGHHH... Force yang begitu kuattt....Akuu.....".
..benda tersebut lompat ke tangan Rudy. Langsung melesak masuk ke dalam telapaknya. "Gunakan hatimu nak, kau pasti bisa..".
Sontak Rudy merasakan getaran-getaran aneh menjalar ke sekujur tubuhnya melalui telapak tangannya..."Feel it baby" ujar suara si Morgan Freeman td terdengar sayup2 di telinga kirinya...
Tubuh Rudy ngambang di udara.. perlahan-lahan berubah menjadi logam.. dan bentuk kepalanya menjadi gepeng cekung.. tangannya menyatu ke badan , dan dia jadi sendok raksasa! monster bacang yang bonyok dihajar super bacang makin ketarketir..
Ujung sendok yg tidak lain adalah bagian kepala dari Rudy mulai berputar dengan cepatnya...dari lekuknya memancar sinar merah muda menyala "Rasakan ini wahai Bacang sialan!!! " teriak Rudy dengan lantang...
Para penduduk kota menyaksikan dengan suasana hati gundah gulana.. termasuk juga Cincha Lowra sepuh dan suaminya, serta Chimun Mash yang agak horor karena tinggal setengah.. dalam hati, mereka mengelukan Rudy, pahlawan yang hampir kesiangan ujian..
Mereka semua berdoa didalam hati.....
Lalu melintas sebuah Helikopter sambil membentangkan spanduk bertuliskan "Ketik R spasi WIn utk memilih rudy atau B spasi Win utk memilih monster Bacang dan kirim ke 9123...berhadiah 'Pintu Kemana Saja' langsung dari Doraemon...
...semua orang mengetik SMS dengan kecepatan maksimum.. klak klik klek.. bahkan Samijo si jagoan SMS dari Selatan datang untuk memberikan keahliannya... 100SMS dalam 1 menit! Tak kalah juga Mr. Byarin Adem, international SMS champion. Ikut mendukung.
semakin banyak yang meng sms, kekuatan Rudy sbagai Sendok Raksasa semakin bertambah... monster bacang tidak mau kalah.. "Saatnya memanggil bantuan!!!!" "DEDDYYYYYYYYY....!!!!!!! cepat bantu kamiii!!!!!".
" TATAAAAPPP MATAAA SAYAAAA...." suara mantra berguman dari mulu Deddy si ilusionis handal.. Dan perlahan Tubuh Rudy seperti kehilangan kekuatan. Tubuhnya semakin lemah.
dan suara Morgan Freeman kembali terdengar....." Fokus Rudy...Fokuuusss... Jangan kau tatap matanya...".
tak mau kalah dengan munculnya deddy, dari belakang rudy tiba2 muncul.... ACHMED, the dead terorrist!!... "SILENCE!! I KILL YOU!!! kata achmed.
ternyata itu berasal dari komputer yang tiba - tiba menyala.
"Am cowie am cowie.. oe ngga sengaja ha .. sila kan lu olang telusin belantemnya ha" ujar kakek yang sedang asik ntn yutub.
Tatapan mata Deddy terasa begitu panas di tubuh Rudy. Makin lama makin melemaass.. lemaaasss... Monster Bacang yang merasa menang pun tertawa terbahak-bahak menyemburkan daging kecap sedap manis dari badannya. "HAHAHAHAHAHHHOHOHOHOKOHOK OHOK OHOK".
Dan magic! monster bacang tersedak daging kecap tersebut!!! Rudy sigap melihat kesempatan, dan menggunakan kepala cepernya untuk memenggal monster bacang "CIAATT!!" *CROT!!* leher monster bacang terpenggal..
"Hhhhhhhh...." Rudy menghela nafas panjang...dan perlahan wujudnya kembali ke sedia kala...
Rudyanto menghela nafas. Tenaganya sudah habis-habisan. Monster bacang itu kini sudah hancur. Pecahannya kembali menjelma menjadi Dokter Budiman, Suster Dyta, dan Suster Fini.
Dan satu persatu mereka menghilang... *poff!* Dokter Budiman menghilang jadi asap merah.. *poff!* *poff!* *poff!* *poff!* berturut-turut mereka menguap..Rudyanto menghela napas panjang.."Trimakasih Morgan Freeman..".Yang dibalas, "bukan.. saya Paijo".
Pa Dosen menghampiri Rudy ....
"Rudy, karena kelasnya gak ada... ujian kita undur bulan depan.." kumisnya sekarang jadi vertikal... dan setelah kata-kata itu, pak dosen pengsan..
Lalu sekonyong-konyong terdengar suara mang mimin memanggil, " Den Rudy!!! kita pulang yukk, dari tadi mami telpon tuh minta di bawain Bacanng".
"Hayuk" jawab Rudy sambil celinguk kanan kiri mencari si Ketuakelas..."mana dia neh orang kok gak Tamat-tamat nih cerpen....ayo buruan mumpung keadaan udah tenang,kalo kelamaan keburu ketemu monster2 aneh lagi" katanya dalam hati...
"Ah.... ada sisa bacang nyangkut disemak2 nih... bawa pulang ah. mayan makan dirumah" senyum lebar menghiasi wajah Rudy, udah bisa ikut ujian.. dapet bacang pula. Rudypun dengan cepat menjauh dari lokasi pertarungan tadi.
Dengan diiringi sorak sorai dari seluruh penjuru kota, Rudy berjalan pulang, dan menghilang di kejauhan..
Nampak diantara awan yg mulai memerah karna matahari mulai tenggelam, siluet Morgan Freeman pun muncul sambil tersenyum bijak memandang Rudy berjalan pulang ......
Jadi... moral cerita ini adalah ..
Rajinlah menabung. TAMMAT.
Anda tidak bisa ikut nulis kalau ndak login.
Kardjo: Ini humor atau horor sih??? jadi gak jelas..
bisaku: kaco tenan ha,,
dr188le: heiiiii ini humor kaliii..bukan horror
Kardjo: kok jadi BDSM ?
pitra: iya ya..:D
ndoro kakung: hahaha ... keknya ada yg mulai tersesat di belantara teks
bisaku: kaco puol ... ha,, ha,, wes ta, iki jalu'e nang endi ha,,
pitra: ini kok makin gak nyambung ya..:P
wrikudoro: cape juga. ada moderatornya ga sih?
nicowijaya: @wrikudoro, dah cape. blm apa2 ini :D
Mas Keris Pusaka: biarin aja... seru kok
wrikudoro: cape cekikikan gua.
bisaku: lanjut ha,,
dr188le: hahaha cocok humor
bisaku: wes .. wes .. muleh mule, kantor wes tutup ha,,
wrikudoro: wah dokter budiman kan udah mati. kok hidup lagi?
Mas Keris Pusaka: udah... udah aku hidupin lagi
wrikudoro: pembenaran yang bagus
Kardjo: gak sesuai topik & kategori.. ngawur buanget. males ikutan
sopkadal: lho mustinya kategorinya apa tho?
bisaku: kok gak kaya kemarin yah, hrs'x biarpun ngawur yo mesti tetap nyambung ... iki piye to ...
dr188le: yeahh im out
Mas Keris Pusaka: udah mulai absurd nih... sialan gara2 sopkadal masukin timun sih... :) gimana ya ngebenerinnya ??
bisaku: Heeh, moro2 jd cimun mas ;D sayang iki wes api ceritane, kocak puol
sopkadal: tuuh dibalikin ke Rudyana tuuuuh
Mas Keris Pusaka: yo wizz.. maturnuwun mas kadal
nicowijaya: sepertinya bakalan panajng ini. ahhahaa
andi: lah lu enahk deh kan
ketuakelas: Wih, cerpen ini dapet bintang 2. Keren.
Mas Keris Pusaka: wiz bintang 3 cah!
ipey: Hiahiahia.....bodor pisaaaaann!!!!
Kardjo: mas Momon, cerita bergerak liar buanget.... hahaha.. perlu dikendalikan ga?
bakulsapi: ayo...sapa lagi yang onlen..diterusin
sopkadal: monggo dilanjut
Kardjo: kok ndak tamat-tamat sih... Moooon... kemana?
ipey: ayo dikit lagi kayanya tamat...ciayo...hehe
sopkadal: huehehe..
Hancurlebur: nyaris tamat
sopkadal: apa kita tahan aja nih penutupnya? biar jadi kehormatan pak ketuakelas sebagai pembuka cerita?
Hancurlebur: kayaknya pak ketuakelas lagi ga ol...jadi lanjut aja dulu...kekekekeke
ipey: persulit karir RUdy...!!! HAHAAH,,,,wkwkw
Hancurlebur: hhahahahahaha....
sopkadal: wakakakakakak..duh saya ngantuk nih.. tapi gimana ini nasib rudy?! huahahaha
Hancurlebur: iya..kasian dia gabisa ujian
ketuakelas: santai aja, cerpen ini diniati buat pemanasan di cerpenista. kalau ngaco anggap aja ini tumbal
ketuakelas: kalau mau ditamatin, silahkan, tapi bikin cerpen baru lagi yaa buat member baru yang lain
Hancurlebur: hehehe...yg penting masih ada alurnya...walaupun jadi ngeloyor kmana tau ceritanya.....hehehehehe
Mas Keris Pusaka: mbuh ah peteng
sopkadal: halaah kendor meneeeeh
sopkadal: tadinya udah mau tamat
sopkadal: huahahaha
ipey: at last...rudy menemui takdirnya
spaceman: pak ketua kelas.. mari ditamatkan atuh :)
ketuakelas: sudah :D
sopkadal: :)) rajinlah menabung hwakakakakak
spaceman: keren!!!
mak nyiun: huahahahah hebat2
beruang hijau: sangat mendidik bgt hahahahaha
Hancurlebur: akhirnyaaaa Tamat juga...walaupun ujian diundur tp akhirnya happy ending....Hidup Morgan Freeman!!!
sopkadal: dibikin komiknya lucu juga nih.. huehehehe
bisaku: Muantap :D
Hancurlebur: hahahaha...ayo sapa yg bisa bikin komik...
nicowijaya: hahhaa... endingnya jadi rajin menabung.
Kardjo: endingnya ngacoooo.... hahahaha