Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Jika Bayi Anda Selalu Menangis Ketika Hendak Diberikan ASI, Mungkin Ini Penyebabnya!


Pernahkah Bunda mengalami kejadian ketika setiap kali Bunda hendak memberikan ASI kepada bayi Bunda, si bayi ternyata tidak dapat menyusu dengan sempurna, dan menyebabkannya sering menangis? Padahal produksi ASI Bunda normal. Dan anak-anak Bunda sebelumnya selalu bisa ASI tanpa halangan.

Jika pernah, Bunda pasti merasa sedih dan bingung saat itu. Dan karena sayang dan khawatir akan perkembangan bayi, Bunda pasti langsung memilih alternatif dengan cara memberikan minum susu formula, benar kan Bunda?

Padahal sebenarnya tidak perlu tergesa-gesa memutuskan untuk beralih ke susu formula. Karena bisa jadi, bayi Anda mengalami masalah Tongue-tie. Coba Bunda cek terlebih dahulu, bisa secara personal ataupun konsultasi ke dokter.

Namun, untuk informasi awal apa itu Tongue-tie dan bagaimana gejala/tanda-tandanya? Cek ini ya Bunda ...

Apa itu Tongue-tie?

Tongue-tie (ankyloglossia) adalah suatu kondisi dimana dasar lidah melekat pada dasar mulut melalui frenulum (tali lidah) yang tebal, kencang, atau pendek yang menyebabkan gerakan lidah menjadi sangat terbatas. Tongue-tie sering kita kenal sebagai tali lidah pendek, meskipun istilah tersebut kurang tepat. Tounge-tie memiliki bentuk dan derajat yang bervariasi. Frenulum adalah suatu lipatan mukosa yang menghubungkan bagian bawah lidah dan dasar mulut. Anatomi frenulum juga sangat bervariasi. Pada tongue tie, frenulum biasanya tebal, kencang, atau pendek dan bisa menempel hingga ujung lidah. 



Bagaimana Gejalanya?

Meskipun Tongue-tie dikatakan tidak mendatangkan masalah untuk makan atau bicara, tetapi beberapa bayi akan memiliki masalah dengan menyusui karena mereka tidak akan dapat untuk menggunakan lidah untuk mengisap ASI dengan sempurna sehingga tidak akan mendapatkan ASI yang cukup.

Sebaliknya, Bunda mungkin akan menghadapi beberapa masalah seperti puting lecet, bahkan berdarah akibat mulut bayi yang menempel pada puting dan "mengunyah" puting Bunda. Gejala Tongue-tie pada bayi adalah :
  1. Bayi sulit / gagal membuka mulut sehingga sulit untuk menghisap puting.
  2. Bayi bisa menjadi kembung atau cepat "kenyang" karena banyak menghirup udara daripada menghisap ASI. 
  3. Bayi akan mengeluarkan suara saat menyusu.
  4. Susu keluar dari mulut saat sedang menyusu karena bayi tidak mengunci payudara dengan bibirnya.
  5. Tersedak, batuk bahkan ada saatnya muntah ketika menyusu karena kesulitan bayi memasukkan puting Bunda mengarah ke tenggorokannya.
  6. Berat badan bayi cacat / tidak bertambah (lambat). 
 

    Diagnosis dan Pengobatan

Biasanya Tongue-tie dapat diidentifikasi melalui pemeriksaan rutin medis bayi dalam 24 jam pertama setelah kelahirannya. Dokter anak akan menempatkan jari di dalam mulut bayi untuk memeriksa langit-langit dan lidahnya. Dari segi perawatan, dalam beberapa kasus, masalah ini bisa pulih sendiri menjelang akhir tahun pertama usia bayi.

Namun, jika bayi masih memiliki masalah setelah periode tersebut, dokter anak dapat mempertimbangkan metode pembedahan.Pembedahan juga mungkin dilakukan jika anak memiliki masalah bicara atau tidak merespon terhadap pengobatan terapi wicara.

Dalam satu penelitian yang dilakukan ahli bedah pediatrik menunjukkan operasi pembagian frenulum berhasil memungkinkan sekitar 60 persen bayi menyusu dengan sukses untuk setidaknya tiga bulan setelah operasi.


********************

Nah Bunda, semoga informasi di atas menambah wawasan Bunda ya. Semoga Bunda dapat selalu memberikan ASI kepada bayinya hingga batas maksimum, atau sekurang-kurangnya berhasil memberikan ASI eksklusif.







Sumber  :  sdkeluarga [dot] karangkraf [dot] com