Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

BUAT KAMU YANG SERING MENGELUH, MENCELA, PROTES MASAKAN IBU ATAU ISTRI COBA BACA INI!

 
Sumber Ilustrasi Gambar : google

BACA BAIK-BAIK, NASEHAT INI PENTING UNTUK KITA SEMUA

Sekitar 10 tahun yang lalu, disuatu hari saat saya makan malam cuma berdua sama om, dalam kondisi empat mata di atas meja makan, man to man dan heart to heart, om bilang : "om mau kasih kamu nasehat yang sepertinya terkesan sepele tapi penting banget, terkait masakan ibu dan istri." Saya pun cuman bisa manggut-manggut siap menerima wejangan atau nasehat. 

Lalu tak lama kemudian om saya menyampaikan nasehatnya:
"Nanti kalau kamu sudah menikah, pesan om kalau bisa jangan pernah kamu mencela masakan istri. Ini juga berlaku terhadap masakan ibumu, atau saudara perempuanmu. Jadi om sering nemuin para anak yang senang mencela masakan ibunya, atau suami yang hobinya protes masakan istrinya. Tau gak kamu le (nak), ketika seorang ibu atau seorang istri membuat masakan untuk suami atau anak-anaknya, mereka selalu ingin memberikan yang terbaik, yang seenak mungkin.. Agar suami dan anak-anaknya senang. Seringkali ketika kita belum bangun, mereka sudah sibuk untuk mempersiapkan masakan dan minuman untuk kita sarapan.

Bangun pagi-pagi, belanja bahan masakan ke pasar atau ke tukang sayur. Habis itu ke dapur mempersiapkan semuanya. Bersihin satu persatu bahan yang ada biar gak ada bakteri dan kuman, motongin, merajang, mengupas, menanak, menggoreng, mengkukus dan proses memasak lainnya. Terkadang mereka kecipratan minyak goreng yang panas, mata mereka kadang sampai menangis saat ngirisin bawang merah, terkadang tak sengaja menyentuh panci atau wajan panas, dan lain sebagainya. 

Kadang untuk menyiapkan sarapan yang habis kita santap dalam waktu 10-15 menit, mereka mempersiapkannya sampai 2 jam lebih. Dari menanak nasi hingga mengolah sayuran, serta mempersiapkan ragam lauk lainnya. Ga instan lho bikinnya...!

Dari mengupas, merajang, menanak, merebus, menumis, menggoreng, dan lainnya. Melelahkan lho rutinitas seorang ibu atau istri menyiapkan hidangan masakan untuk suami dan anak-anaknya. Menguras banyak tenaga, menghabiskan tidak sedikit waktu, juga membutuhkan ketelatenan dan kesabaran, terkadang jari mereka teriris pisau, terkadang kena cipratan air atau minyak panas dan susah payah lainnya. Tak hanya berhenti dari sekedar memasak dan menghidangkan makanan, ibu dan istri juga mencucikan piring dan gelas kita. Dan itu semua dilakukan setiap hari sebagai kewajiban dan tanggung jawabnya untuk suami dan anak.

Dan hampir semua istri ataupun ibu ingin memberikan yang terbaik untuk suami dan anak-anaknya, termasuk dalam hal masakan. Dan saat kalian mencela masakan yang sudah dengan susah payah mereka buat, seringnya mereka diam.. padahal hati mereka nelangsa. Jadi misal masakannya secara terus menurus berasa kurang enak, coba kasih masukan yang baik, yang lembut, mungkin sambil bercanda.. jangan sampai menyinggung ataupun menyakiti perasaan mereka. Ingat baik-baik ya.. ini sepertinya sepele, tapi penting sekali dalam kehidupan berkeluarga dan berumah tangga. Perlakukan istri dan ibumu dengan sebaik-baiknya."

Sumber Ilustrasi Gambar : google

Setiap hari seorang ibu dan istri mendedikasikan dirinya untuk keluarga

Nah sejak mendengar nasehat dari om saya itu, sampai sekarang gak pernah lagi komplain (dalam konteks ngedumel, mencela, protes, bersikap tidak menyenangkan dan semisalnya) apapun akan masakan yang dibuat oleh Ibu saya dan Insha Allah begitu pula kelak kalau saya udah punya istri. Ternyata perjuangan mereka itu luar biasa, dan banyak dari kita yang tidak menyadarinya, mulai hal kecil yang dianggap sebagian orang sepele.. yaitu memasak untuk suami dan anak-anak tercinta. 

Catatan Penting :
Termasuk jika kamu punya pembantu yang biasa masakin keluarga, hargai juga mereka seperti kamu menghargai istri ataupun ibu kita. Karena banyak orang semena-mena terhadap pembantunya dikarenakan merasa menggaji. Pembantu itu pun juga manusia, punya hati dan perasaan seperti istri maupun ibu kita. Jangan sampai nikmat berupa limpahan harta yang Allah Subhanahu wa Ta'ala berikan menjadikan kita lupa diri, lupa bersyukur dan dzolim terhadap manusia lainnya. Adapun adab, akhlaq dan sikap perbuatan semuanya kelak akan kita pertanggung jawabkan.

CONTOH TRICK NGASIH MASUKAN KEPADA ISTRI
Suami: "Dik.. makasih ya buat cookiesnya hari ini. Udah maknyus, cuman kalau susunya ditambahin dikit makin josh. Makin tambah lezat, lha mas makin tambah sayang jadinya. Hehehe..". Diberi masukan dengan cara yang baik plus romantis, istri juga insyaAllah responnya baik. Istri: "Wah makasih mas pujiannya. Aku jadi tambah semangat belajar masaknya, besok coba aku masakin lagi.. susunya ntar ditambahin, resepnya disesuain lagi biar makin enak. Ntar kalau ada yang kurang pas, kasih tau ya mas." Happy ending deh!!

Habis makan dan minum, bersihin bibir pake tisue trus cium pipi istri dan belaian mesra (opsional). Nah dengan kesabaran dan kesantunan plus romantisme seorang suami, istri makin semangat mengupgrade kualitas masakannya. Tak hanya makanan buatan istri makin enak, tapi hubungan suami istri juga jadi makin mesra. Beda jika suami ga punya empati.

Suami boleh lho sekali-kali bantuin istri masak, ketika ada waktu luang seperti ketika weekend. Pertama, suami jadi lebih paham dan tau bahwa keseharian memasak para istri dan ibu itu tidak semudah masak mie instan. Kedua, bisa menambah romantisme dan hubungan kasih sayang antara suami dan istri.. apalagi buat pasangan baru menikah.

HARGAI IBU ATAPUN ISTRIMU, JANGAN MUDAH MENCELA MASAKANNYA
Dari ‘Ummul Mu’minin ‘Aisyah Radhiyallahu Ta’ala ‘anha beliau berkata:
Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam: “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku diantara kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya”.
(Dikeluarkan oleh Imam Tirmidzi Rahimahullahu Ta’ala).

Bahwasanya salah satu prestasi sebaik yang paling membuat iblis syaithan senang bukan kepalang adalah ketika dapat membuat pasangan suami - istri bertengkar. Termasuk sebagai contoh pertengkaran dan masalah itu dipicu oleh hal-hal yang kecil seperti gemar mencela masakan istri. 

Setiap detik iblis dan syaithan dari depan belakang, dari kanan dan kiri terus membisikan tipuan dan jebakannya kepada suami maupun istri, agar bagaimana caranya mereka tercerai berai. Ketika ada pasangan suami yang sholeh dan penyayang serta istri yang sholehah dan taat pada suami, iblis syaithan tersiksa melihatnya. Ketahui dan antisipasilah macam-macam jebakan iblis syaithan laknatullah dengan tholabul ilmi. 


Semoga bermanfaat....