Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Sering Mimisan? Begini Cara yang Tepat Mengatasi Mimisan!


Kebanyakan orang yang sedang mimisan justru menengadahkan kepala. Cara ini ternyata berbahaya untuk saluran pernapasan dan bisa menyebabkan tersedak dan pneumonia.

Cara menghentikan mimisan dengan menengadahkan kepala tidak disarankan karena bisa berakibat buruk bagi tubuh. Jika darah mengalir ke kerongkongan, selain bisa menyebabkan tersedak, penderitanya bisa juga muntah saat darah tersebut mengalir hingga ke lambung. Lalu bagaimana cara mengatasi mimisan yang aman?

Darah yang mengalir masuk ke saluran pernapasan selain bisa menyebabkan tersedak, dalam jangka panjang bisa menjadi pemicu penumonia jika setiap kali mimisan, selalu menengadahkan kepala. Hal ini karena darah ada kemungkinan terkontaminasi dengan bakteri yang berasal dari tenggorakan. Demikian penjelsan dr. Jennifer Villwock, ahli bedah telinga, hidung dan tenggorok di State University of New York’s Upstate Medical University.


Cara menghentikan mimisan yang lebih aman dan dianjurkan adalah cara mencubit pelan bagian hidung yang lebih lunak, yang berada tepat di bawah tulang hidung kita (lihat gambar diatas – pinch here). Cubitan pelan di hidung pada letak yang disarankan tersebut akan memberikan tekanan pada pembuluh darah di dalam lubang hidung. Dengan cara demikian darah yang keluar akan membeku lebih cepat.

Sekali lagi jangan tengadahkan kepala, tetapi justru sedikit menundukkan agar darah terbuang keluar melalui lubang hidung. Hal ini juga mencegah agar darah tidak mengalir ke tenggorokan.

Selain teknik sederhana menghentikan mimisan diatas, bisa juga menggunakan semprotan dekongestan untuk hidung. Carannya saat mimisan, darah keluar untuk pertama kalinya, semprotkan dekongestan ini, baru kemudian mencubit pelan bagian hidung seperti teknik diatas. Semprotan dekongestan bisa mempercepat penyempitan pembuluh darah di hidung sehingga menghentikan pendarahan.

Dengan cara ini, mimisan akan berhenti dalam waktu kurang dari 15 menit saja. Jika darah terus keluar lebih lama dari itu, segera kunjungi dokter THT untuk mendapatkan perawatan khusus.

Bagikan jika dirasa info ini bermanfaat