Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

ALA INDONESIA : "Kompor Buatan Dosen Malang Di-TOLAK Negeri Sendiri, Ternyata Diterima di Norwegia!"


178 - Kita semua pasti pernah mendengar, bahkan sudah sering mendengar, beberapa karya anak bangsa Indonesia yang LUAR BIASA disambut dan diterima di negara lain, malah dicueki dan cenderung terpinggirkan di Indonesia. Jangankan untuk diproduksi secara massal, dilirik saja oleh Pemerintah TIDAK!.

Sebut saja pesawat hasil karya BJ HABIBIE yang sangat diterima di negara-negara maju, namun di Indonesia tak pernah dihargai. Mobil listrik karya anak bangsa yang sudah memiliki hak paten  belasan teknologi motor penggerak listrik di Jepang, Ricky Elson kini tak lagi terdengar gaungnya.

Kali ini, giliran sebuah kompor biomassa hasil penelitian Muhammad Nurhuda, seorang dosen Fakultas MIPA Universitas Brawijaya diakui di pasar internasional, bahkan sekarang sudah pada tahap produksi massal di Norwegia.
“Selain dipasarkan dan diproduksi massal di Norwegia, pemasaran dan produksi biomassa yang ditangani pihak ketiga, yakni Primecookstove ini juga dipasarkan di sejumlah negara, seperti India, Meksiko, Peru, Timor Leste, Kamboja dan negara-negara di belahan Afrika,”

Kalau dibandingkan dengan kompor tradisional yang menggunakan minyak tanah, jelas kompor biomassa ini jauh lebih hemat bahan bakar dan lebih ramah lingkungan. Karena tidak menimbulkan asal dan emisi gas buangnya jauh dibawah batas yang ditetapkan oleh WHO.

Bahan bakarnya sendiri adalah kayu cacahan yang juga sudah diproduksi massal hingga 20 ton perhari. Lalu bagaimana dengan masyarakat pedesaan yang daya belinya rendah? Bisa digunakan kayu pepohonan yang banyak ditemukan di pedesaan.

Selain kayu cacah, bisa juga digunakan juga pelet sawit atau butiran kayu. Bahkan pelet sawit dan butiran kayu ini bisa menghasilkan masakan yang lebih harum dan beraroma lho.

Mempunyai respon yang cukup luar biasa di pasar luar negeri, bagaimana dengan pasar dalam negeri?


Ternyata di dalam negeri kompor ini sepi peminat dan bahkan kebanyakan enggan membelinya. Cukup ironis memang kalau melihat sudah beberapa kali ini hasil karya anak bangsa diminati oleh pasar luar negeri.

Semoga saja pemerintah bisa lebih jeli melihat hal hal seperti ini, dan mencegah karya anak bangsa dipatenkan di luar negeri. Dan semoga saja kompor biomassa ini tidak dipatenkan di luar negeri lagi, mengingat produksi massal di Norwegia sudah dilakukan.



Bagaimana menurut anda? Berikan komentarmu!







Sumber : hello-pet.com