Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Bunda, Inilah Cemilan yang Sebaiknya Tidak Diberikan untuk Anak Dibawah 5 Tahun

Anak kecil identik dengan cemilan. Tapi amankah cemilan yang bunda berikan untuk buah hati tercinta. Maka dari itu perlunya pengetahuan seputar cemilan yang tidak boleh diberikan untuk anak dibawah 5 tahun.

Berikut Daftar Cemilan Yang Tidak boleh diberikan pada Balita :

• Teh Instan Kemasan


Minuman ini umumnya memiliki kandungan gula yang tinggi. Dalam minuman teh instan kemasan 250 ml, rata-rata kandungan gulanya mencapai 21 gram atau sekitar 5 1/4 sendok teh. Zat-zat didalamnya dapat membahayakan tubuh anak. Salah satunya adalah tanin yang mampu menghambat penyerapan zat besi dan berisiko memicu anemia, dan kafein yang dapat mengganggu syaraf otak anak. Tubuh anak sendiri baru dapat mengeluarkan kafein dari sistem metabolisme setelah 14 jam. Jika asupan zat-zat tersebut terjadi berulang kali, maka dapat mengganggu fungsi ginjal. Hindari juga minuman teh kemasan berlabel rendah gula atau less sugar, karena menggunakan natrium, salah satu komponen garam dalam takaran tinggi sebagai pengganti gula. Jika dikonsumsi terus-menerus dapat mengakibatkan gangguan ginjal dan hipertensi.

Pilih : Teh celup atau teh tubruk diseduh air hangat. Teh celup biasanya mengandung 175 mg polifenol, dua kali lebih besar dibanding teh kemasan. Polifenol baik bagi tubuh sebab bersifat antioksidan atau antiracun. Cukup berikan teh pada anak 1 cangkir kecil perhari dengan gula maksimal 2 sendok teh.

• Jus Buah Berbulir


Pada dasarnya minuman jus berbulir memiliki kandungan gula sama tingginya dengan jus buah kemasan. Seporsi jus buah berbulir ukuran 250 ml rata-rata mengandung 115 kalori atau setara dengan 7 sendok teh gula. Bulir-bulir di minuman ini pun tak sepenuhnya asli, konon dibuat dari bahan sintetis yang rasa dan teksturnya mirip bulir jeruk. Kandungan asam yang tinggi pada minuman ini berisiko merusak enamel gigi anak.

Boleh diberikan pada anak – Tapi tidak lebih dari 150 ml perhari. Untuk mencegah obesitas dan mengabulkan keinginan anak untuk menikmati kesegaran minuman ini, buatkan saja jus buah segar yang dicampur bulir dari jeruk asli.

• Jus Buah Kemasan


Meski mengandung sari buah segar. Jus buah kemasan ternyata memiliki bahaya hampir sama dengan minuman soda. Satu porsi jus buah kemasan 250 ml rata-rata mengandung 115 Kalori atau setara dengan tujuh sendok teh gula. Terlalu banyak minum jus kemasan berisiko tajam meningkatkan kenaikan berat badan, diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Kandungan asam yang kuat pada minuman ini juga berisiko merusak enamel gigi.

Boleh diberikan pada anak – Tapi jangan lebih dari 150 ml perhari. Pilih yang bertuliskan “pasteurized” artinya diberikan dengan cara psteurisasi sehingga kandungan zat gizi di dalamnya tidak rusak. Langsung minum air putih pasca menikmatinya untuk menghapus kadar asam yang menempel pada gigi dan sikat gigi setidaknya 1 jam setelahnya.
Pilih – Jus buah buatan sendiri. Asli dari buah dan tanpa tambahan gula.

• Minuman Isotonik


Minuman ini diperlukan untuk mengatasi kekurangan air dan mineral pada tubuh. Ada beberapa mineral penting di dalam sel tubuh, yaitu Na, K, Cl, Ca, dan Mg. Ion Ca dan Mg misalnya sangat dibutuhkan untuk kontraksi otot. Kekurangan air dan mineral biasanya diakibatkan oleh aktivitas berat seperti olahraga berat atau saat terserang diare. Jika diminum berlebihan justru menimbulkan resiko gagal ginjal dan tekanan darah tinggi.

Tidak disarankan untuk anak – Dalam kondisi normal tubuh anak hanya butuh Natrium dibawah 2,1 gram perhari dan Klorida kurang dai 50 mg. Karena itu, Dalam kondisi normal anak tidak perlu mengganti cairan tubuh dengan minuman isotonik.

• Nata De Coco dan Aloe Vera


Nata de coco adalah pelengkap minuman dari air kelapa yang memiliki kadar mineral dan vitamin. Pengolahannya memerlukan bakteri Acetobacter xylinum yang bisa melakukan fermentasi gula dalam air kelapa untuk diubah jadi nata de coco. Sementara itu, lidah buaya (Aloe Vera) mengandung vitamin C, B12, E, Zat Besi, Tembaga. Baik Nata de coco dan lidah buaya bermanfaat bagi kesehatan.

Namun pada minuman kemasan yang mengandung nata de coco dan lidah buaya bukan tak mungkin khasiat keduanya justru luntur. Pasalnya, minuman kemasan umumnya mengandung pengawet atau pemanis buatan. Sehingga kadar gulanya tinggi. Tak jarang minuman kemasan nata de coco dan lidah buaya juga tak sepenuhnya memakai bahan asli melainkan sintetis yang bentuk dan rasanya mirip.

Boleh Diberikan pada Anak – Maksimal dua botol seminggu. Kandungan zat yang terdapat dalam lidah buaya jika dikonsumsi dalam jumlah besar dapat menyebabkan kram perut, diare dan dehidrasi.

Yoghurt Kemasan


Yoghurt adalah sumber kalsium yang baik, tapi jumlah kandungannya berbeda-beda antara satu merk dengan merk lainnya. Yoghurt yang baik terbuat dari susu murni dan dua jenis bakteri hidup “baik” Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus Bulgaricus yang mengubah susu menjadi yoghurt lewat fermentasi. di luar itu, sedikit tambahan perasa gula atau buah asli masih okey jika dikonsumsi teratur dapat membantu menjaga kesehatan saluran cerna.

Boleh diberikan pada anak – Berikan Yoghurt berkandungan gula rendah 200cc perhari. Jauhi produk yang mengandung pemanis buatan atau yang mencantumkan gula diurutan pertama pada daftar label dikemasannya. Banyak produk yoghurt mengklaim mengandung buah asli padahal hanya buah sintetik, ekstrak atau perisa buah. Agar aman beli yoghurt tawar lalu tambahkan madu atau potongan buah untuk menambah rasa manis.

Minuman Bersoda


Terbuat dari Karbondioksida (CO2) dan air. Untuk membuat air soda, cukup dengan melarutkan gas karbondioksida ke dalam air. Bila dimasukan ke dalam air dengan tekanan tinggi, Karbondioksida akan membentuk asam karbonat. Itulah sebabnya minuman ini disebut minuman berkarbonasi. Asam karbonatlah yang menyebabkan munculnya sentuhan khas soda di mulut dan mneimbulkan efek menggigit saat diminum.

Tidak disarankan untuk anak – Kandungan Karbohidrat dan gulanya sangat tinggi, bahkan kandungan gulanya mencapai 12 sendok teh. Selain dapat memicu obesitas, juga memudahkan pengeluaran kalsium dari dalam tubuh, sehingga mengakibatkan pengeroposan tulang dan kerusakan gigi.

Bubble Drink


Bubble pada minuman ini terbuat dari tepung tapioka yang diseduh air panas lalu diberi pewarnamakanan dan dibulatkan satu per satu. Bubble drink sebenarnya tidak memerlukan tambahan bahan kimia berbahaya. membuatnya cukup dengan campuran senyawa pangan aman seperti alginate dan kalsium.

Boleh diberikan pada anak – Tapi tidak lebih dari 1 porsi ukuran sedang perhari. Perhatikan varian campuran bubble, diantaranya jus buah, teh, kopi, atau susu. Untuk anak pilih bubble drink yang mengandung susu atau jus buah asli (bukan bubuk atau ekstrak). Hindari bubble drink kopi atau teh.

Minuman Probiotik


Minuman probiotik dibuat dari susu fermentasi dan dapat membantu meningkatkan bakteri “baik”. Minuman ini bermanfaat bagi anak, yakni mencegah diare akibat penggunaan antibiotik. Berdasarkan riset, anak yang  diberikan probiotik sejak awal menderita diare akibat infeksi virus akan sembuh lebih cepat.

Boleh diberikan pada anak – Cukup 1-2 botol perhari, khusus balita yang sedang diare berikan 1/2-1 botol sehari. Anak yang menderita penyakit gangguan kekebalan tubuh tidak disarankan mengkonsumsi minuman probiotik, karena bisa menimbulkan infeksi serius.

Slurpee


Minuman berkarbonasi yang didominasi rasa buah ini disajikan semi beku, mirip bunga salju sehingga sangat digemari anak. Apalagi saat membelinya si kecil dapat mengambil sendiri hanya dengan memencet tombol mesin minuman. Minuman ini tak mengandung nutrisi apapun. Kandungan asam fosfat dan kafeinnya berbahaya bagi anak.

Tidak disarankan untuk anak – Kandungan gula yang tinggi dapat memicu obesitas, juga memudahkan pengeluaran kalsium dari dalam tubuh. Ini dapat mengakibatkan terjadinya pengeroposan tulang dan kerusakan gigi pada anak.
Pilih – Membuat sendiri di rumah dengan cara membekukan susu atau jus buah segar pada frezer di dalam kulkas.

Demikian ulasan kami seputar “Cemilan Anak Yang Tidak Boleh Diberikan Dibawah 5 Tahun“. Semoga bermanfaat dan selamat berbagi kepada yang lain…