Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Ini Dia, Bahaya Pakai Lensa Kontak


Lensa kontak terutama kalangan remaja putri kini menjadi tren.

Namun hal ini tidak diimbangi dengan pengetahuan yang memadai bagi penggunanya.

Padahal tidak jarang lensa kontak menimbulkan komplikasi berupa kerusakan mata.

Hal ini diungkapkan dokter mata dr Luh Gede Anggasari Dewi, Kamis (10/09/2015).

Menurut dokter asal Kuta, Badung ini lensa kontak adalah penutup dari kaca atau plastik yang melengkung digunakan langsung di atas bola mata atau kornea mata dengan tujuan memperbaiki kesalahan refraksi mata.

Selain itu, umumnya penggunaan lensa kontak ini untuk mempercepat penyembuhan epitel kornea, menghilangkan rasa sakit pada mata, dan lain sebagainya, selain untuk alasan estetika.

Berdasarkan survei, pada 2004 rata-rata pengguna lensa kontak di seluruh dunia sekitar 128 juta orang.

Sekitar 13,2 juta orang pengguna lensa kontak berusia antara 18 sampai 34 tahun.

Lensa kontak yang banyak beredar adalah lensa kontak lunak.

Umumnya saran penggunaan lensa kontak ini berkisar antara 12 sampai 16 jam sehari dan tidak dianjurkan penggunaan saat malam hari.

"Yang harus menjadi perhatian adalah kontraindikasi penggunaan lensa kontak. Lensa kontak tidak dianjurkan pagi penderita dengan riwayat kencing manis, penggunaan obat-obatan imunosupresif, penggunaan obat luar yang mengandung steroid dalam jangka panjang, seseorang yang mempunyai penyakit mata kering, dan lain sebagainya," ujar dr Anggasari.

Banyak dampak negatif yang ditimbulkan penggunaan lensa kontak dengan mengabaikan aturan pemakaian.

Di antaranya timbulnya gangguan metabolisme mata akibat kekurangan oksigen, infeksi kornea (keratitis), pembuluh darah baru (neovaskularisasi) kornea, reaksi alergi dan berbagai macam gangguan mata.

"Namun yang paling sering terjadi adalah keratitis karena bakteri yang dipermudah dengan adanya stres akibat penggunaan lensa kontak," kata dia.

Menurutnya, keratitis merupakan peradangan pada kornea mata yang parah, progresif, dapat menyebabkan kebutaan.

Pencegahan terjadinya efek samping dari penggunaan lensa kontak antara lain dengan mengejapkan mata sesering mungkin terutama jika menggunakan hair dryer.

Hindari paparan debu, serbuk sari bunga, serta asap saat menggunakan lensa kontak karena dapat mengiritasi.

Hindari juga penggunaan lensa kontak saat berenang pada air yang mengandung khlorin karena berisiko terkena kontaminasi pada lensa kontak.

"Sebisa mungkin tunggu hingga satu jam setelah berenang menggunakan kembali lensa kontak," jelasnya.

"Jika menemukan keluhan seperti mata nyeri, sensitif terhadap sinar, mata merah lebih dari dua hari, keluar kotoran mata, mata menjadi kabur, serta mata terasa gatal maka segera lepas lensa kontak dan segera hubungi pelayanan kesehatan," tambah Anggasari.