Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Ini Rekam Jejak Bangsa Yahudi di Indonesia

Bangsa Yahudi dikenal sebagai salah satu bangsa yang sangat maju dari segi politik dan juga ilmu pengetahuan. Itulah mengapa di masa lalu, Hitler dengan Nazi yang ia pimpin membantai bangsa ini hingga jutaan nyawa melayang. Itu di masa lalu, di era modern, Yahudi atau dalam wujud negara Israel mendapat sokongan dana besar dari Amerika untuk melakukan banyak aksi makar. Seperti terus menyerang Palestina dengan dalih melawan militan.
Anyway, tahukah anda jika di Indonesia ternyata memiliki komunitas Yahudi? Mereka datang dan menetap sejak dahulu kala dan bertahan sampai sekarang. Inilah rekam jejak Bangsa Yahudi mulai datang hingga bertahan melawan gempuran modernisasi di Indonesia. Mari kita simak bersama-sama!

Kapan Kelompok Bangsa Yahudi Ini Datang?

Bangsa Yahudi pertama kali datang ke Indonesia ketika orang-orang Eropa mulai memasuki nusantara untuk menjajah. Sebagian besar orang Yahudi yang datang ke Indonesia berasal dari Belanda, Timur Tengah, dan Afrika  bagian Utara. Namun yang masih bertahan hingga sekarang adalah yang berasal dari Belanda.
Datangnya Yahudi di Indonesia [image source]

Komunitas yang datang tak begitu banyak. Hanya sekitar 100-500 orang. Itu pun berasal dari Yahudi kaum Sephardi. Mereka menetap karena dibawa oleh Belanda namun jarang yang pulang. Banyak yang mengatakan mereka sudah kerasan dengan iklim dan keadaan alam Indonesia.

Apa yang Mereka Lakukan di Indonesia?

Sekitar tahun 1850-an, seorang penjelajah Yahudi bernama Jacob Saphir menulis dan mendokumentasikan komunitas Yahudi di Hindia Belanda (Indonesia). Ia mengatakan jika di Indonesia awalnya ada 20 keluarga Yahudi yang pindah. Mereka tiba di Surabaya dan Semarang menggunakan kapal laut yang sangat besar.
Berdagang di Indonesia [image source]

Sebagian besar orang Yahudi ini adalah pedagang. Mereka melakukan kerja sama dengan pemerintah Kolonial Belanda saat itu. Komunitas ini bertahan dan terus bertambah hingga 2.000 orang saat dua perang dunia terjadi. Mereka terus bertahan dan tak bisa melakukan apa-apa.