Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Silahkan di Share..!! "Rencana Kompensasi dari Menteri Sosial untuk Korban Asap" (Coretan Derita Warga Dampak Tragedi Asap) #2


Tragedi Asap di Riau, Jambi, Palembang, dan Kalimantan sudah dalam tingkatan BERBAHAYA. Ribuan orang, anak-anak, sudah menderita ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). Bahkan, beberapa hari terakhir, di timeline media sosial facebook sudah berseliweran berita korban meninggal akibat tragedi ini. Namun, seolah pemerintah tak bergeming. Status bencana pun tidak dinaikkan menjadi bencana nasional.

BACA JUGA : "Silahkan di Share..!! "Coretan untuk Bapak Presiden Jo.." (Coretan Derita Warga Dampak Tragedi Asap) #1 "

Terkait bencana ini, Menteri Sosial berencana memberikan kompensasi buat masyarakat yang terkena dampak musibah ini. Seperti berita yang kami angkat dari Goriau.com berikut ini...
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pemerintah pusat kini tengah mewacanakan untuk memberi uang kompensasi bagi korban kabut asap di enam provinsi di Sumatera. Setiap warga yang terkendala mendapatkan income (pendapatan) akibat kabut asap akan menerima uang sebesar Rp900 ribu per orang.

"Kami sementara komunikasikan dengan Bappenas dan Kementerian Keuangan," katanya, usai melakukan pembagian beras untuk masyarakat sejahtera (rasta) di Desa Nirannuang, Kecamatan Bontomarannu, Gowa, Minggu, 4 Oktober 2015.

Khofifah mengatakan, uang kompensasi itu bertujuan untuk memberikan jaduk bagi masyarakat yang terkena dampak kabut asap. Rencananya, anggaran uang kompensasi itu akan diambil dari Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN).

"Hitung-hitungannya Rp10 ribu dikali 90 hari. Jadi, per orang Rp900 ribu. Sekarang, jumlahnya sementara kami kalkulasi," ujar dia.

Korban kabut asap diperkirakan 25 persennya adalah warga masyarakat bawah yang dihitung sekitar 1,2 juta orang. Mereka adalah warga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Selain menyiapkan uang kompensasi, lanjut dia, pemerintah juga tetap memantau untuk memastikan cadangan logistik di kabupaten/kota dan provinsi yang terdampak kabut asap aman.

"Kami ingin pastikan bahwa logistik tetap aman," kata Khofifah.

Hingga kini, kabut asap masih terus terjadi. Bahkan, dari pantauan terakhir terjadi lonjakan titik panas di sejumlah wilayah Sumatera yang mencapai 1.199 titik.

Namun, jelas berita statement Menteri Sosial pada berita tersebut sangat menyakiti hati warga yang terkena dampak langsung. Seperti yang kami angkat dari akun facebook Dian Marina Intansari berikut ini...
kompensasi?

tukeran aja gmn? coba deh, hidup di kota wisata asap ini, sekeluarga sama anak2nya juga.. sama org tuanya juga.. jgn cuma kunjungan 1 hari trus pulang.. yaaa.. agak2 seminggu lah minimal.. tinggal di pku, di rumah yg ngga ada ac, ngga pny air purifier, kmn2 harus naik motor.. dan klo mati lampu, ngga boleh pake genset.. kira2, setara ngga diganti sama 900rb?

http://m.goriau.com/…/menteri-sosial-wacanakan-berikan-komp…

Udah pernah iseng nanyain harga oksigen belum?
Kalo belum, kira-kira Rp.25.000/ltr.

Dan pernah ngga kita nanyain harga nitrogen di apotik?
Kalo belum tau, kira-kira Rp.9.950/ltr.

Taukah bahwa dlm sehari manusia menghirup 2,880 liter oksigen & 11,376 liter nitrogen?
2,880 x Rp 25.000 = Rp 72.000.000,-
11,376 x Rp.9,950 = Rp 113.191.200,-

Jadi total biaya untuk bernafas 1 hari adalah Rp 72.000.000 + Rp 113.191.200 = Rp 185.191.200,-

Kalau sebulan, jadi 30 x Rp.185.191.200 = Rp 5.555.736.000,-

Kalau per satu tahun adalah, 365 hari x Rp 185.191.200 = Rp 67.594.788.000,-

Jadi kalo kita hargai dg rupiah,
maka oksigen & nitrogen yg kita hirup
mencapai Rp 185 juta perhari,
Rp 5,5 milyar perbulan dan
Rp 67,5 milyar pertahun....

Tanyalah pd diri kita sudah berapa lama kita hidup dibumi Allah..? Dan berapa kita harus bayar oksigen yg udah kita hirup?

Orang yg paling kaya sekalipun tdk akan sanggup membiayai nafas hidupnya. Ini baru dihitung dari biaya nafas, belum biaya lain nya

masa Rp 900.000


Mohon di SHARE dan juga mohon do'anya agar musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Riau, Jambi, Palembang, dan Kalimantan dapat segera berlalu, Aamiinn...



Sumber : dari berbagai sumber