Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Apa yang terjadi pada hewan setelah mati? Adakah surga dan neraka?

Kehidupan pascahewan mati tampaknya masih menjadi teka-teki yang belum terpecahkan oleh para ilmuwan.


Setiap makhluk hidup pasti akan mengalami kematian, termasuk hewan. Namun, satu hal yang masih menjadi misteri adalah apakah ada kehidupan selanjutnya bagi hewan setelah mereka mati? Apakah ada surga dan neraka untuk mereka?

Seperti manusia, hewan juga mempunyai kehidupan dan suatu saat akan mengalami kematian. Bahkan, beberapa jenis hewan, seperti anjing, kucing, dan burung memiliki siklus kehidupan yang relatif pendek dibandingkan manusia.

Lalu apa yang terjadi setelah hewan-hewan tersebut mati? Kehidupan pascahewan mati tampaknya masih menjadi teka-teki yang belum terpecahkan oleh para ilmuwan. Meski demikian, menurut pandangan beberapa agama, hewan ternyata juga punya kehidupan setelah mereka mati, layaknya pada manusia. Berikut penjelasan kehidupan hewan setelah mereka mati yang dihimpun dari berbagai sumber.

1. Islam

Berdasarkan Alquran surat At-Takwir 1-5, telah dijelaskan bahwa pada hari kiamat, hewan (setidaknya beberapa dari mereka) akan dikumpulkan seperti halnya pada manusia.

Adapun bukti lainnya yang menjelaskan fenomena kehidupan hewan pascakematian juga terdapat pada Alquran surat Al-An'am ayat 38 yang isinya sebagai berikut: "Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu.

Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan."

2. Kristen

Alkitab tidak memberi penjelasan yang gamblang apakah binatang peliharaan atau hewan akan masuk surga atau tidak. Namun jika melihat isi dari Pengkhotbah 3:18-21, nasib hewan tak jauh berbeda dengan yang dialami manusia.

(Pengkhotbah, 3:18): "Tentang anak-anak manusia aku berkata dalam hati: "Allah hendak menguji mereka dan memperlihatkan kepada mereka bahwa mereka hanyalah binatang. Karena nasib manusia adalah sama dengan nasib binatang, nasib yang sama menimpa mereka; sebagaimana yang satu mati, demikian juga yang lain.

"Kedua-duanya mempunyai nafas yang sama, dan manusia tak mempunyai kelebihan atas binatang, karena segala sesuatu adalah sia-sia. Kedua-duanya menuju satu tempat; kedua-duanya terjadi dari debu dan kedua-duanya kembali kepada debu. Siapakah yang mengetahui, apakah nafas manusia naik ke atas dan nafas binatang turun ke bawah bumi."

3. Buddha

Terdapat 31 alam kehidupan dalam agama Buddha. Tujuan hidup umat Buddha adalah mencapai Nirvana di mana tidak terlahir kembali di 31 alam kehidupan tersebut. Sementara itu, hewan bisa berenkarnasi menjadi manusia jika perilakunya baik ketika terlahir di alam manusia. Namun jika hewan tersebut masih berperilaku buruk, mereka akan terlahir kembali menjadi hewan pascakematian.

4. Hindu

Hindu adalah agama yang sangat menghormati hewan. Bahkan, salah satu dewa dalam agama ini berbentuk setengah manusia dan setengah gajah, yaitu Ganesha. Hindu percaya bahwa hewan yang telah mati akan hidup kembali karena mengalami proses reinkarnasi.

"Setiap hewan memiliki jiwa. Setiap makhluk hidup melalui berbagi bentuk kehidupan, yaitu kehidupan serangga, kehidupan tanaman dan kehidupan binatang," tulis lord-krihsna.com

5. Katolik

Pada tahun 1990, Paus John Paulus II mengatakan, "...hewan juga memiliki jiwa" dan "Dalam hal ini, manusia, yang diciptakan oleh tangan Allah, identik dengan semua makhluk hidup lainnya." Beberapa situs Katolik, misalnya ewtn.com, kemudian menafsirkan pernyataan tersebut bahwa hewan memiliki jiwa, tetapi mereka tidak lagi mengalami kematian dan tidak pergi ke surga.

Sementara itu, pada tahun 2014, juru bicara Paus Francis mengungkapkan, "Paus Paulus VI, yang meninggal pada tahun 1978, pernah berkata, 'Suatu hari kita akan melihat hewan berada di keabadian Kristus'."