Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Ini 29 kata di Indonesia yang sama pengucapan tapi ternyata beda arti


Ada cerita lucu dari si Jana, mahasiswa baru perantauan dari Jawa Barat yang kuliah di Jogja. Waktu itu Jana diminta teman-temannya membeli camilan untuk acara nonton bareng Piala Eropa. Nah, dia memutuskan untuk membeli roti bakar rasa cokelat dan stroberi di dekat area kampus. 

Namun ketika sudah mendapatkan satu porsi dari lima porsi yang hendak dibeli, Jana memutuskan mencicipi roti bakar itu. Maklum dia belum makan sejak pagi karena sibuk kuliah. Setelah mencicipi satu potong roti bakar, dia pun berkomentar, "Wah, amis banget rotinya, Mas!"

Si penjual roti bakar justru melotot. "Ngawur! Roti enak dibilang amis!"

"Lho, beneran. Amis banget," tukas Jana sambil terus melumat rotinya sampai habis.

"Kurang ajar! Ngomong amis-amis tapi masih dimakan juga! Jangan sembarangan kalau ngomong kamu!" timpal si penjual sambil menunjuk-nunjuk muka Jana.

Tak pelak Jana pun terperangah dan ketakutan. Berpikir ada apakah gerangan dengan si penjual. Roti bakarnya dipuji manis dan enak sekali kok, malah marah. Sampai akhirnya ada teman lain yang meluruskan kesalahpahaman antara Jana dan penjual roti bakar. Ternyata kata 'amis' dalam bahasa Sunda artinya manis, sedangkan dalam bahasa Jawa berarti berbau anyir.

Nah, kalian perlu tahu nih persamaan kata atau istilah dalam pergaulan sehari-hari yang ternyata punya makna berbeda pada setiap daerah. Kali ini brilio.net akan kasih bocoran kata dan istilah yang serupa kasusnya dengan Jana, ya. Berikut beberapa kata dan istilah tersebut yang dikutip brilio.net dari beberapa sumber:

1. Ambu:
Aroma (Jawa)    
Ibu (Sunda)

2. Angel:
Lama (Sunda)
Susah (Jawa)

3. Angkat:
Pergi (Sunda)
Membawa barang dari posisinya (Indonesia)

4. Atos:
Keras (Jawa)
Sudah (Sunda)

5. Awak:
Saya (Melayu)
Badan (Jawa, Sunda)

6. Budal:
Pergi (Jawa)
Bubar/ buyar (Sunda)

7. Bujur:
Pantat (Sunda)
Terima kasih (Batak Karo)

8. Cokot:
Gigit (Jawa)
Ambil (Sunda)

9. Comel:
Suka menyebarkan rahasia orang (Sunda)
Lucu dan menggemaskan (Melayu)

10. Dahar:
Makan dalam artian halus (Jawa)
Makan dalam artian kasar (Sunda)

11. Gedang:
Pisang (Jawa)
Kates/pepaya (Sunda)

12. Geulis (dengan pengucapan sama dengan Gelis):
Cantik (Sunda)
Cepat/lekas (Jawa)

13. Getek:
Geli (Sunda)
Perahu rakit (Jawa)

14. Jangan:
Sayur (Jawa)
Seruan larangan (Indonesia)

15. Kasep:
Ganteng (Sunda)
Basi/telanjur (Jawa)

16. Kates:
Pepaya (Jawa)
Gedang/pisang (Sunda)    

17. Kenek:
Kena; menyentuh, mendapatkan, menyenggol, menabrak (Jawa)
Kondektur/asisten sopir (Indonesia)

18. Kita:
Kamu (Bugis, dalam arti yang sopan)
Kami/kata ganti orang pertama jamak (Indonesia)

19. Lawang:
Pintu (Jawa)
Gila (Palembang)

20. Mandi:
Manjur (Jawa)
Aktivitas bersih diri (Indonesia)

21. Mangga:
Jenis buah (Indonesia)
Mempersilakan (Sunda)

22. Mari:
Sembuh/selesai (Jawa)
Seruan ajakan (Indonesia)    

23. Mbok:
Mbak/kakak perempuan (Bali)
Ibu/nenek (Jawa)

24. Onde-onde: 
Kue yang dibuat dari tepung pulut yang dibulatkan, diisi gula merah dan diguling-gulingkan pada kelapa parut (Bugis)
Penganan (kue) yang bentuknya seperti bola, terbuat dari tepung ketan atau singkong yang diberi isi gula merah, kelapa atau kacang hijau, kulitnya dilapisi wijen (Jawa)

25. Rek:
Mau/akan (Sunda)
Panggilan untuk segerombolan orang (Jawa, terutama Jawa Timur)

26. Sampean:
Kamu (Jawa)
Kaki (Sunda)

27. Sangu: 
Bekal (Jawa)
Nasi (Sunda)

28. Tulang:
Paman (Batak)
Rangka atau bagian rangka tubuh manusia atau binatang (Indonesia, istilah biologi)

29. Urang:
Udang (Jawa)
Aku (Sunda)

Oke, guys, sudah mulai ngeh dengan kata dan istilah yang sama tapi maknanya berbeda? Hal ini membuktikan betapa kayanya negeri kita ini dengan berbagai keberagaman. Sehingga kita perlu tetap menjaga keberagaman ini untuk terus lestari. Kira-kira, kamu mau menambahkan lagi?