Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kelewat Bodoh, Pelaku Curanmor Ini Jual Motor Curian ke Pemiliknya Sendiri

Kelewat Bodoh, Pelaku Curanmor Ini Jual Motor Curian ke Pemiliknya Sendiri


Siapapun yang membaca berita ini barangkali bingung, ini korbannya yang pinter atau pelakunya yang kelewat goblok.

Adalah Rian Hidayat, pelaku curanmor melek teknologi asal Palembang, Sumatera Selatan secara sadar memanfaatkan kemajuan digital untuk memasarkan barang curiannya di Internet.

Tapi kayaknya Rian lupa bahwa selain bisa dilihat calon pembeli potensial, iklan tersebut juga bisa dilihat oleh korban yang motornya ia curi.

Benar saja, Andika, sang korban yang baru kehilangan motornya gara-gara ulah Rian, kemudian berselancar di internet dan menemukan motornya itu dipajang di salah satu Grup Jual Beli di Facebook.

Melihat pencurinya menawarkan motor miliknya di Grup facebook, Andika punya inisiatif gokil.

Sembari mengajak polisi Seberangi Ulu II ikut serta, Andika menerima permintaan Rian untuk melakukan transaksi langsung di atas Jembatan Musi IV, Palembang.

Andika meyakinkan polisi bahwa itu memang motornya sendiri karena meskipun sudah dipreteli, ia melihat pelek dan tabung shock di motor tersebut masih persis seperti motornya yang hilang.

Di hari perjanjian, Rian menanti calon pembeli datang. Sayang, bukannya pembeli yang datang membawa uang, malah polisi yang datang membawa borgol. Rian diamankan dengan dugaan mencuri dan menjual barang curian di Facebook. Mark Zuckerbeg pasti menangis mendengar berita ini.

"Rian kami amankan saat menunggu pemilik motor, yakni Andika di Jembatan Musi IV. Rian mengaku motor tersebut dibeli dari pencuri bernama Iyan yang juga rekannya (Rian)," ujar Kapolsek Seberang Ulu II Palembang Komisaris Yenni Diarty dilansir CNN Indonesia.

Tapi Rian tak perlu minder. Curanmor goblok model begini bukan milik dia seorang. Pada tahun 2019 lalu peristiwa serupa terjadi di Patumbak, Sumatera Utara. Setelah sukses mencuri motor Simamora (29), Anggi (30) memanfaatkan situs jual beli online untuk memperdagangkannya. Iklan tersebut lantas dilihat Simamora yang kemudian memutuskan untuk menjebak Anggi: Ia pura-pura jadi calon pembeli dan merencanakan pertemuan buat lihat-lihat barang.

Bedanya dengan kasus sebelumnya, kalau Andika datang langsung bawa polisi, Simamora datang membawa kawan-kawannya yang emosi. Niatan lihat-lihat barang berubah menjadi penghakiman massal karena Anggi langsung jadi bulan-bulanan Simamora dan rekan-rekannya. Puas gebuk-gebukan, Simamora baru menyerahkan Anggi ke Mapolsek Patumbak.

"Pelaku telah kita tahan. (Kasus) masih kita kembangkan. Mudah-mudahan ada barang bukti lain," ujar Kanit Reskrim Polsek Patumbak Iptu Budiman Simanjuntak kepada Detik, sesaat setelah Anggi diserahkan.

Di Tangerang Selatan, giliran polisi yang berhasil memanfaatkan kebodohan pelaku curanmor yang majang barang curiannya di media sosial. Januari lalu, Polres Tangerang Selatan menangkap pelaku yang menjual motor Honda Scoopy teramat miring, seharga Rp 1,5 juta saja di Facebook. Tim Siber kemudian curiga karena beberapa hari sebelumnya ada laporan motor hilang dengan ciri yang sama dari korban bernama RH (16).