Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Viral Pemakaman Jenazah dengan Protokol Covid-19 Tertukar, Pihak Keluarga Menangis Histeris

Viral Pemakaman Jenazah dengan Protokol Covid-19 Tertukar, Pihak Keluarga Menangis Histeris


Sebuah video viral beredar di dunia maya. Video tersebut memperlihatkan tentang pemakaman dengan protokol Covid-19 di daerah Surabaya. Menyedihkannya, ternyata yang menjadi viral karena jenazah tersebut rupanya tertukar.

Dalam video berdurasi 1,5 menit tersebut tim medis dengan alat pelindung diri (APD) lengkap mengangkat kembali jenazah yang sudah dimasukkan ke liang kubur.

Tangis histeris pun pecah kala peristiwa itu terjadi. Apalagi tahu saat yang dikubur bukan keluarganya saat melihat surat dan nama yang ada dalam peti jenazah.

Amir Mahmud yang merupakan salah satu keluarga jenazah yang tertukar tersebut mengonfirmasi peristiwa itu.

"Betul, jenazahnya tertukar. Harusnya yang dimakamkan di sini laki-laki, tapi di surat yang kami terima perempuan," kata Amir.

Pihak keluarga lantas meminta jenazahnya kembali ditukar untuk segera dimakamkan. Hal tersebut diketahui saat tim pemulasaraan memberikan surat pada keluarga saat dimakamkan.

"Ternyata yang tertulis di surat tersebut jenazah berjenis kelamin perempuan. Termasuk tanda keterangan di peti jenazah.

Di surat keterangan dijelaskan jika jenazah tersebut adalah warga Kecamatan Wonocolo, Surabaya, bukan warga Jambangan," ungkap Amir Mahmud.

Padahal, searusnya jenazah yang dimakamkan adalah sepupu Amir Mahmud yang meninggal akibat penyakit jantung.

Amir menambahkan bahwa sepupunya sempat dirawat selama 1 jam rumah sakit, namun tak lama langsung meninggal dunia.

Direktur RSI Ahmad Yani Surabaya, dr Samsul Arifin membenarkan, insiden jenazah tertukar itu terjadi dalam penanganan tenaga medis di rumah sakitnya.

Samsul Arifin mengakui insiden tertukarnya jenazah itu murni kesalahan teknis dari petugas pemulasaraan jenazah yang bertugas di RSI Ahmad Yani Surabaya.

"Jadi memang penyebabnya adalah kesalahan fatal dari petugas saya," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (24/6/2020).

Ia juga mengakui kalau sejumlah rangkaian prosedur teknis Standar Operasional (SOP) diabaikan oleh petugasnya selama proses pemulasaraan jenazah.

"Tiap SOP itu setelah dimandikan, sebelum dimandikan, itu sudah ditandai nama, tanggal lahir, nomor rekam medis, dan sebagainya," imbuhnya.

"Mungkin karena terburu-buru barangkali, memberikan pelayanan, makanya tadi mengabaikan prosedur biasa, kan harus ada serah terima, (prosedur) yang harus dilalui," tambahnya.

Pihak rumah sakit pun telah mengirimkan perwakilan petugas untuk mendatangi kediaman keluarga jenazah.

Tujuannya yakni meminta maaf secara langsung atas kesalahan teknis yang sempat terjadi dalam proses pemulasaraan jenazah.

"Semua sudah clear, saya sudah tugaskan petugas untuk datang ke pihak keluarga untuk minta maaf. Ya harus diakui yang salah adalah petugas saya," jelasnya.