Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Alat Rapid Test Buatan Indonesia Resmi Rilis, Harganya Rp 75 Ribu

Alat Rapid Test Buatan Indonesia Resmi Rilis, Harganya Rp 75 Ribu


Alat tes cepat atau rapid test produksi dalam negeri telah diproduksi.

Satu unit alat rapid test buatan dalam negeri harganya Rp 75.000.

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengatakan, alat produksi dalam negeri ini unggul secara kualitas dan dibanding produk impor.

Satu unit alat rapid test ini dibanderol dengan harga Rp 75 ribu. Peluncuran alat rapid test ini disampaikan Riza melalui tayangan di channel YouTube Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

"Harga per tes kit Rp 75 ribu. Jadi setengah dari HET (harga eceran tetap). Dengan kualitas yang tidak kalah, malah mungkin lebih unggul dari kualitas produk impor," ujar Riza.

Produk yang diberi label RI-GHA ini dikembangkan secara strain virus Covid-19 yang menyebar di Indonesia. Dengan demikian alat ini memiliki tingkat kompatibilitas lebih tinggi daripada produk impor.

Alat rapid test ini juga memiliki keunggulan lain yakni mudah dan cepat dengan hasil yang didapat ditunggu selama 15 menit.

Untuk itu, ia meminta seluruh rumah sakit dan layanan kesehatan menggunakan alat rapid test produksi dalam negeri yang harganya lebih murah dan kualitasnya tak kalah dari produk impor.

"Semestinya tak ada lagi mental hazard untuk menggunakan produk buatan Indonesia. Harga kompetitif, kualitas bagus dan mudah didapat dengan diproduksi di dalam negeri," lanjut Riza.

Riza menambahkan, alat rapid test buatan dalam negeri tersebut telah melalui serangkaian tes akurasi sehingga layak digunakan.

Bahkan, meski memiliki tingkat sensitivitas dan spesifitas (akurasi untuk hasil nonreaktif) yang tinggi, produk tersebut terus diuji agar lebih sempurna.

Selain itu, lanjut Riza, RI-GHA dikembangkan sesuai strain virus corona yang menyebar di Indonesia.

Dengan demikian ia memiliki tingkat kompatibilitas lebih tinggi daripada produk impor.

Hal senada disampaikan Menko PMK Muhadjir Effendy yang hadir dalam acara tersebut. Ia mengatakan, produksi perlengkapan tes cepat harus didukung.

"Perlu ada revolusi mental untuk kita bangga dengan produk dalam negeri kita dendiri. Kita mencintai produk dalam negeri sendiri dan kita bisa menggunakan secara penuh dengan percaya diri produk dalam negeri," kata Muhadjir.