Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Beda dengan Jokowi, Maruf: Vaksin Corona Rampung Pertengahan 2021

Beda dengan Jokowi, Maruf: Vaksin Corona Rampung Pertengahan 2021


Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan, pemerintah telah menargetkan pembuatan vaksin virus corona atau COVID-19 bisa segera terealisasi pada pertengahan tahun 2021.

Pernyataan Ma'ruf ini berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Presiden Joko “Jokowi” Widodo, saat memberikan keterangan di Istana Merdeka pada Senin 13 Juli kemarin.

Jokowi menyebut, vaksin sudah mulai diproduksi pada Januari-April tahun depan.

1. Wapres targetkan realisasi vaksin pada pertengahan tahun depan dan bisa lebih cepat


Namun, Ma’ruf berharap agar pembuatan vaksin tersebut bisa berjalan lebih cepat dari target yang telah ditentukan oleh pemerintah.

“Kita sepenuhnya mendorong dan mendukung upaya (pembuatan vaksin) tersebut, sehinga target tersedianya vaksin pada pertengahan tahun depan dapat terealisasi, bahkan kita doakan bisa lebih awal lagi,” kata Ma’ruf Amin dalam Dialog Virtual Nasional Lintas Iman dengan tema “Peran dan Tantangan Agama di Masa dan Paska Pandemik” yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Masjid Istiqlal, Selasa (14/7/2020).

2. Tokoh agama diminta lebih berperan sosialisasikan protokol kesehatan


Ma’ruf menjelaskan, hingga saat ini kasus penularan virus corona di Indonesia masih sangat tinggi. Oleh karena itu, peran para tokoh agama menjadi sangat penting untuk memberikan edukasi kepada setiap umatnya agar dapat menjalankan protokol kesehatan dengan baik.

“Selain itu sangat penting pula untuk mengajak semua umat agar turut serta berbagi dan menggalang solidaritas, guna meringankan beban masyarakat yang membutuhkan bantuan,” ujarnya.

3. Sebelumnya Jokowi sebut vaksin akan mulai diproduksi pada Januari


Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan, vaksin virus corona atau COVID-19 akan bisa diproduksi dalam rentang Januari hingga April 2021. Ia mengatakan, pembuatan vaksin perlu uji klinis selama 6 bulan.

"Perkiraan kita akan masuk produksi antara Januari-April tahun depan (2021), uji klinis sudah sampai 3 kalau gak salah, tapi perlu 6 bulan untuk uji terakhir, jadi kira-kira diproduksi Januari sampai April," ujar Jokowi dalam keterangan persnya di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin kemarin.

4. Vaksin akan diprioritaskan untuk tenaga medis


Jokowi menuturkan, nantinya yang diproritaskan untuk mendapatkan vaksin adalah tenaga kesehatan dan kelompok rentan. Ia menambahkan, Indonesia sendiri membutuhkan sekitar 347 juta vaksin untuk rakyat.

"Kebutuhan kita, kita hitung 347 juta vaksin karena satu orang bisa tidak hanya sekali, karena orang yang sudah divaksin bisa mental lagi jadi harus divaksin lagi, tahun depan kita perkirakan memproduksi 170 juta vaksin," ucap dia.

5. Produksi vaksin oleh perusahaan farmasi BUMN kerja sama dengan perusahaan asing


Dalam memproduksi vaksin, beberapa perusahaan farmasi di Indonesia yaitu PT Bio Farma (persero) dan PT Kalbe Farma Tbk, bekerja sama dengan perusahaan asing dalam riset produksi vaksin COVID-19. Perusahaan asing yang digandeng antara lain Sinovac Biotech Ltd dari China dan Genexine asal Korea Selatan.

"Kita kerja sama dengan beberapa negara agar produksi bisa cepat kita siapkan. Biofarma, dia pernah pengalaman polio, saya kira itu, kita kuncinya satu, vaksin," ungkap Jokowi.