Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Mobil Maruf Amin Kehabisan Bensin Di Tengah Jalan, Benny Harman: Selamat Datang di Negeri Ci Luk Ba

Mobil Maruf Amin Kehabisan Bensin Di Tengah Jalan, Benny Harman: Selamat Datang di Negeri Ci Luk Ba


Jagad media sosial dihebohkan dengan viralnya video mobil yang ditumpangi Wakil Presiden Maruf Amin mogok kehabisan bahan bakar alian bensin.

Anggota Komisi III DPR RI Benny Kabur Harman ikut mengomentari viralnya video mobil dinas dengan plat RI 2 tengah diisi bensin eceran menggunakan derigen di pinggir jalan.

“Negeri penuh sandiwara. Dari babak pertama sampai babak akhir senang nontonnya,” sindir Benny melalui akun Twitternya @BennyHarmanID, Sabtu (11/7).

Sandiwara dari akhir hingga saat ini yang ditunjukan oleh pemerintahan Jokowi-Maruf, kata Benny, menarik ditonton lantaran diselingi dengan permaikan Ci Luk Ba.

“Diselingi dengan permainan Ci Luk Ba Mr Masiku dan Joko Tjandra lalu tragedi Jiwasraya. Ada juga hiburanya, pembobol Bank BNI dibawa pulang, plus hartanya. Apa endingnya, mari kita ikuti. Ci Luk Ba!,” sindirnya.

Cuitan Benny yang mengomentari viralnya video itu ikut ditanggapi netizen. Seperti akun @prestaekuceng memiliki pendapat mogoknya mobil wakil presiden adalah sinyal akan langkanya BBM.



“Apakah itu sinyal bahwa BBM akan langka atau keadaan duit negara sudah semakin kritis, mobil plesiden saja kehabisan BBM,” ujar dia.

“Management yang amburadul..bahkan hal kecilpun nggak terkontrol...hmmmm,” timpal akun @mufimizan76.

Kepala Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) Mohamad Oemar memberikan klarifikasi atas beredarnya video mobil VVIP berpelat nomor RI 2 sedang mengisi bensin dari jeriken di pinggir jalan tersebut.

Menurut Oemar, rekaman peristiwa itu terjadi saat rombongan Wakil Presiden RI, Maruf Amin melakukan kunjungan kerja ke Sukabumi, Jawa Barat pada 8 Juli 2020.

"Adapun mobil dinas yang terlihat tengah diisi BBM-nya berfungsi sebagai kendaraan VVIP cadangan dalam rangkaian resmi rombongan wakil presiden," ujar Oemar dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (11/7). [rmol]