Betapa Kacaunya Jokowi Kelola Pangan, Gara-gara Impor Terus, Buwas Marah-marah dan Bilang 'Matamu!' Ke Mendag

Betapa Kacaunya Jokowi Kelola Pangan, Gara-gara Impor Terus, Buwas Marah-marah Sampai Bilang ‘Matamu!’

Kecurigaan Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso tentang impor pangan dinilai wajar.

Buwas menilai ada yang salah dengan kebijakan impor itu sementara di dalam negeri beras melimpah.

Buwas (sebutan Budi Waseso) mengatakan kebijakan impor beras merupakan kebijakan dari dirut lama.

“Mantan Dirut Bulog, dia gak ngerti itu masanya beliau itu, itung-itungannya beliau jangan dibawa ke masa sekarang.

Saya hanya bilang jangan jadi pengkhianat-pengkhianat bangsa ini, dari mana itungan dia, kayak yang paling pinter aja,” ujarnya.

Ia juga mengatakan jika stock beras hingga akhir tahun masih aman dengan perhitungan masih memiliki 2,7 juta ton.

“Kita punya stok di akhir tahun ini tanpa penyerapan lagi itu ada 2,7 (juta ton beras), itu itungan pasti gak ngarang-ngarang karena saya bukan ahli itung-itungan,” tambahnya.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Gerindra, Andre Rosiade menegaskan Bulog tentu tahu persis persediaan pangan di dalam negeri. Hal itu karena Bulog merupakan pihak yang paling berhak mendistribusikan bahan pangan, termasuk beras.

“Yang mendistribusikan beras ke masyarakat itu Bulog. Bulog tahu persis itu cukup atau nggak,” kata Andre, Rabu (19/9/2018).

Lantaran itu, Andre mempertanyakan kebijakan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang terus-menerus membeli beras dari luar negeri.

“Kalau memang Bulog bilang beras itu cukup lalu bilang beras penuh ya ngapain harus impor,” ujarnya.

Kebijakan Menteri Enggar menurut anak buah Prabowo Subianto ini tak sesuai dengan janji Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat kampanye Pilpres tahun 2014 lalu.

Loading...

“Pak Jokowi bilang pada tahun 2014 kalau saya jadi Presiden saya tak akan impor kebutuhan pokok, tapi sekarang kita impor. Pak Buwas bilang gudang Bulog penuh, bahkan menyewa lagi gudang Bulog baru pakai duit Rp 45 miliar dan nyatakan stok cukup. Ya kalau Pak Buwas sudah bilang begitu harusnya nggak usah impor lagi,” pungkasnya.

Mendag Sebut Gudang Bulog Penuh Bukan Urusannya, Buwas: Matamu!

Buwas juga menyindir soal pengadaan impor beras yang dirasa tidak perlu.

“Ada yang ngomong ‘perlu impor’, ini pikiran dari mana, saya juga bingung ini warga negara atau bukan, ini berpikir negara bangsa atau bukan.

Bahkan, kata dia, seharusnya antara Bulog dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) mesti berkoordinasi untuk menyamakan pendapat.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan persoalan tersebut bukan urusan pemerintah.

“Saya bingung ini berpikir negara atau bukan. Coba kita berkoordinasi itu samakan pendapat, jadi kalau keluhkan fakta gudang saya bahkan menyewa gudang itu kan cost tambahan. Kalau ada yang jawab soal Bulog sewa gudang bukan urusan kita, matamu! Itu kita kan sama-sama negara,” papar dia di Perum Bulog, Jakarta Selatan, Rabu (19/9/2018).

Lebih lanjut, ia berharap agar Kemendag dan Bulog bisa bersinergi mendorong langkah pemerintah menjaga pasokan beras.

“Kita kan aparatur negara jangan saling tuding-tudingan, jangan saling lempar-lemparan itu pemikiran yang tidak bersinergi,” papar dia.

Sementara itu, pasokan Bulog saat ini berjumlah 2,4 juta ton. Untuk menyimpan beras, Bulog mesti menggelontorkan Rp 45 miliar untuk menyewa gudang di beberapa daerah.

Loading...