Demo Depan Istana Negara, Guru Honorer: Jokowi Bohong!

Demo Depan Istana Negara, Guru Honorer: Jokowi Bohong!

Massa yang tergabung dalam Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) menuntut Presiden Joko Widodo untuk menaikkan upah guru honorer.

“Tolong Pak Jokowi kami ini guru, tolong perhatikan kami,” teriak salah satu perwakilan guru dari Bekasi, Tuti di depan Istana Negara, Jumat (14/9).

Massa FPHI yang kebanyakan ibu-ibu terus menyuarakan aspirasi mereka. Bahkan para guru honorer itu mengatakan Presiden Jokowi membohongi mereka.

“Pak Jokowi bohong. Upah kami kecil harga bahan pokok mahal, kami mau masak dan makan pakai apa pak ?” ujar Tuti.

Dia pun mengingatkan jika upah guru honorer di Jakarta berbeda dengan di daerah.

“Di daerah itu dibayar Rp 600 ribu, di Jakarta untungnya dibantu oleh Gubernur Anies lumayan dapatnya,” tambah Tuti.

Ketua umum FPHI Fahruroji dan Sekjen M Nur Rambe dalam aksi tersebut menyampaikan tiga tuntutan.

Loading...

“Massa yang turun hari ini hanya terbatas pada guru dan tenaga kesehatan. Mereka ini yang usianya di atas 35 tahun,” ujar Fahruroji.

Dia menambahkan, hari ini sasarannya bertemu MenPAN-RB Syafruddin untuk menyampaikan tiga tuntutan. Tiga tuntutan itu adalah:

1. Batalkan dan cabut PermenPAN-RB 36/2018 karena diskriminasi dan cacat hukum. Kedudukan PermenPAN-RB tidak boleh lebih tinggi dari peraturan pemerintah dan UU Aparatur Sipil Negara (ASN)

2. Demi Hukum, Batalkan rekrutmen CPNS 2018

3. Terbitkan sandaran hukum yang jelas berupa PERPPU (Peraturan Pemerintah Pengganti UU) untuk tingkatkan status honorer menjadi CPNS berdasarkan masa kerja paling lama secara bertahap sesuai kebutuhan.

“Kami berharap Presiden Jokowi secepatnya memberikan solusi bagi honorer yang sudah lama mengabdi tapi gaji tidak layak,” tegasnya.

Loading...