Mantan Perampok Bertemu Korbannya di Depan Ka’bah, yang Selanjutnya Terjadi Mengharukan

Allah selalu membukakan pintu selebar-lebarnya bagi hamba-Nya yang ingin bertaubat. Caranya pun sama sekali tak terduga.

Seperti kisah yang terjadi pada dua jamaah haji ini. Diawali dengan pertemuan tak sengaja, keduanya mencoba mengobati luka di masa lalu.

Peristiwa mengharukan ini dikisahkan oleh seorang jamaah haji yang tak ingin di sebutkan namanya. Kala itu, ia sedang mengaji di depan Ka’bah. Namun, karena matahari yang terik, ia memutuskan pindah ke tempat yang beratap.

“Kejadian tersebut terjadi pada saat ia tadarrus di depan ka’bah. Dikarenakan cuaca yang sangat panas, kami memutuskan untuk menuju ke bangunan masjidil haram yang beratap agar panas sinar matahari tidak langsung menusuk kulit,” tutur salah satu jamaah haji ini.

Saat berteduh ini, mereka saling bertukar cerita. Kebetulan di tempat tersebut terdapat beberapa jamaah yang juga berasa dari Indonesia. Kemudian, salah satu diantaranya, sebut saja Fulan, memulai kisahnya.

Ia mengaku telah empat kali melaksanakan ibadah haji. Meski begitu, ia terus merasa gelisah. Fulan mengaku ia takut dosa-dosanya di masa lalu tak dimaafkan oleh Allah SWT.

Loading...

Di hadapan jamaah haji lainnya, Fulan mengakui bahwa dia dulunya merupakan peramprok truk tronton di jalan. Ia mengatakan, dulunya dia merupakan perampok yang kejam dan sadis. Saat melancarkan aksinya, ia tak segan melukai korbannya dengan senjata tajam.

Namun, Fulan kini merasa amat menyesal atas perbuatannya di masa lalu. Ia juga mengatakan sangat ingin bertaubat dan mendekatkan diri pada Allah SWT.

Tiba-tiba, seorang jamaah lain yang juga berasal dari Indonesia, menanggapi ucapan si Fulan. Ia langsung menyebut nama mantan perampok tersebut.

Kemudian, jamaah haji ini menerangkan bahwa dia merupakan salah satu supir truk yang menjadi korban Fulan. Ia bahkan, sempat diikat oleh Fulan. Setelah mengalami perampokan, ia mengaku dipecat oleh perusahaannya.

Tak disangka, mantan perampok dan korbannya ini langsung berpelukan di depan Ka’bah. Keduanya pun meminta maaf satu sama lain.

Mereka berdua juga langsung menangis karena tak menyangka akan dipertemukan dengan cara yang sangat spesial. Jika bukan karena Allah, pertemuan mantan perampok dan korbannya ini tentu tak terjadi.

Loading...