Jokowi dalam Bahaya! Bukan Isu Agama dan PKI Lagi, Tapi Isu Inilah Yang Mengancam Kedudukannya

Pasangan Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin sulit disasar oleh isu-isu sentimen agama pada Pilpres 2019. Kubu sebelah kemungkinan akan memainkan isu sensitif baru. Jika tidak mewaspadainya, Jokowi dalam keadaan bahaya.

Terpilihnya Ma’ruf Amin banyak dilihat sebagai strategi partai koalisi untuk melindungi Jokowi dari gempuran isu agama yang selama ini berhembus.

Sosok Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Rais Aam PBNU ini adalah ulama yang sangat dihormati oleh tokoh-tokoh Islam yang berada di kubu seberang Jokowi.

Ma’ruf Amin adalah pelopor gerakan aksi 212–menjadi kelompok sempalan yang selama ini– selalu menyerang kebijakan pemerintah Jokowi. Kini, simpatisan aksi 212 itu justru diramal akan berbalik mendukung Jokowi karena hadirnya sosok Maruf.

Sosok Ma’ruf seakan mengunci pasangan Prabowo-Sandiaga untuk menggarap suara kelompok Islam. Karenanya, pasangan koalisi Gerindra, Demokrat, PKS dan PAN ini segera mengganti isu sensitif lainnya.

Isu ini justru sangat sensitif karena menyangkut hajat hidup orang banyak yaitu; masalah kesenjangan ekonomi, pengangguran, kemiskinan.

Loading...

Dilansir dari Detik, Jumat (10/8/2018), ketika mendaftar ke KPU, Prabowo mulai menyerang Jokowi dengan isu ekonomi.

Mantan Danjen Kopassus itu mengingatkan kekayaan Indonesia belum digunakan untuk kemakmuran bangsa karena banyak dinikmati pihak asing. Kepada pendukungnya Prabowo mengingatkan untuk tidak menjadi antek asing dan kacung asing.

Pemerintah Jokowi dinilai belum berhasil mengatasi masalah kemiskinan. Indonesia akan gagal sebagai republik selama masih ada warga miskin mewarisi kemiskinan untuk anaknya. Sebagai pemimpin menjadi tugasnya membela dan mengurangi penderitaan rakyat. Prabowo berjanji akan membawa masyarakat Indonesia sejahtera jika terpilih sebagai presiden.

Masih menurut Detik, hasil survei Lembaga Media Survei Nasional (Median) pada 6-15 Juli 2018 menunjukkan elektabilitas Presiden Joko Widodo untuk terpilih kembali di pemilu nanti hanya 35,7 persen. Persoalan ekonomi dan politik identitas agama menjadi penyebab elektabilitas Jokowi tak tembus 40 persen.

Masalah politik identitas agama coba diredam Jokowi dengan menunjuk Ma’ruf Amin sebagai cawapres.

Bagaimana dengan isu-isu ekonomi? Jika tidak diwaspadai, akan menjadi bahaya bagi kedudukan Jokowi.

Loading...