Standar Ganda! UAS Dilarang Bahas Politik Namun Pak Kiai Diajak Nyawapres

Standar Ganda! UAS Dilarang Bahas Politik Namun Pak Kiai Diajak Nyawapres

Masivnya gerakan pelarangan dakwah pada Ustadz Abdul Somad memicu reaksi dari beberapa pihak, di antaranya dari pihak kepolisian.

Dilansir dari laman Cnn.Indonesia (9/9/2018) terkait acara dakwah yang akan digelar pada Sabtu (29/9) malam di Masjid Raya Al Kautsar Vila Dago, Pamulang, Tangerang Selatan.

Kapolres Metro Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan mengatakan pihaknya sejauh ini sudah menerima informasi yang disampaikan pihak panitia penyelenggara. Meski demikian belum ada surat pemberitahuan secara resmi yang disampaikan.

Ferdy mengatakan, terkait upaya penolakan Somad berceramah, pihaknya telah mengantisipasi supaya tidak terulang di Pamulang. Ferdy meminta ceramah dan acara tersebut tidak membahas persoalan politik.

“Yang jelas kami sudah ingatkan panitia agar dalam ceramah jangan ada membahas politik, murni masalah keagamaan. Kalau acara keagamaan pasti kita berkenan izin dengan catatan tidak ada politik praktis,” tutur Ferdy.

Tanggapan berbeda datang dari musisi Ahmad Dhani, Dhani menilai apa yang disampaikan Kapolres Metro Tangerang sangat aneh.

Loading...

“Hari ini ada berita ustaz Abdul Somad, berceramah tapi dilarang berbicara tentang politik,” ucap Ahmad Dhani.

“Sungguh aneh tapi nyata,” tambahnya sambil bernyanyi.

Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Dhani melalui video yang diunggah di media sosial Instagram, pada Minggu (9/9/2018).

Menurut Ahmad Dhani ulama dilarang berbicara politik, namun ketua majelis ulama justru diajak untuk berpolitik.

Ahmad Dhani diduga menyindir Ketua MUI KH Ma’Ruf Amin yang menjadi pendamping Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019.

“Ulama dilarang bicara politik, tapi ketua majelis ulama diajak terjun ke politik praktis,” jelas Ahmad Dhani.

Apa yang disampaikan Dhani memang betul UAS sebagai warganegara Indonesia bebas dalam menyampaikan pendapatnya. Mungkin karena dia mempunyai massa dikhawatirkan akan mendongkrak paslon tertentu.

Sepertinya terlalu membatasi tema dakwah bisa mencederai demokrasi itu sendiri.

Waspada boleh-boleh saja, tapi jangan sampai membatasi hak warga negara.

Loading...